Macron ancam tarif ke China demi selamatkan industri Eropa

Selasa, 09 Desember 2025

image

JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron memberi peringatan keras kepada Beijing terkait surplus perdagangan China yang terus melebar terhadap Uni Eropa.

Dikutip reuters.,com (07/12), dalam kunjungan kenegaraannya ke China pada awal Desember, Macron meminta Beijing meningkatkan kerja sama untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan global, isu geopolitik, dan lingkungan.

Macron menyampaikan bahwa surplus perdagangan China saat ini tidak dapat dipertahankan. “Saya mencoba menjelaskan kepada pihak China bahwa surplus perdagangan mereka tidak berkelanjutan karena mereka pada akhirnya ‘membunuh’ pelanggan mereka sendiri, terutama dengan semakin sedikit mengimpor dari kami,” ujarnya kepada Les Echos.

Ia menambahkan bahwa Eropa siap mengambil langkah tegas jika tidak ada respons dari Beijing. “Saya mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka tidak bereaksi, kami di Eropa akan terpaksa, dalam beberapa bulan mendatang, mengambil langkah-langkah keras seperti yang dilakukan Amerika Serikat, misalnya dengan memberlakukan tarif atas produk-produk China.”

Defisit perdagangan Uni Eropa dengan China telah meningkat hampir 60% sejak 2019, sementara Prancis juga terus mencatat pelebaran defisit terhadap ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Macron menilai industri Eropa semakin terjepit antara proteksionisme Amerika Serikat di bawah Donald Trump dan derasnya produk China.

“Saat ini, kita terjebak di antara keduanya dan ini adalah masalah hidup atau mati bagi industri Eropa. Kami telah menjadi pasar penyesuaian, dan ini adalah skenario terburuk,” kata Macron.

Meski menekan Beijing, Macron juga mengusulkan pendekatan yang lebih konstruktif. Ia membuka peluang pembongkaran pembatasan ekspor mesin semikonduktor dari Eropa serta pelonggaran ekspor logam tanah jarang dari China. Macron turut mendorong perusahaan-perusahaan China untuk memperluas investasi di Eropa guna “menciptakan nilai dan peluang bagi Eropa”.(DH)