Penjualan turun, Yum Brands jual Pizza Hut ke investor Tiongkok

Rabu, 17 Juni 2026

image

JAKARTA - Yum Brands (Amerika) melepas bisnis Pizza Hut senilai US$2,7 miliar setelah jaringan restoran pizza tersebut menghadapi tekanan penjualan akibat persaingan yang semakin ketat dan melemahnya daya beli konsumen.

Seperti dikutip Reuters, berdasarkan kesepakatan yang diumumkan Selasa (16/6), bisnis Pizza Hut di China daratan akan diakuisisi Yum China Holdings senilai US$1,2 miliar. Sementara itu, operasional Pizza Hut di pasar lainnya akan diambil alih perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital dengan nilai transaksi US$1,5 miliar.

Industri pizza di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan dari inflasi dan kenaikan harga bahan baku.

Pada saat yang sama, permintaan melemah seiring perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1 yang mendorong konsumen memilih makanan yang lebih sehat.

“LongRange Capital pada dasarnya membeli merek yang diakui secara global yang membutuhkan fokus yang lebih tajam, sementara langkah Yum China memberi operator lokal lebih banyak kendali atas pasar utama,” kata analis pasar eToro, Sam North.

“Harganya tidak spektakuler untuk nama yang begitu terkenal, tetapi ini menghilangkan hambatan yang terus-menerus dan memberi Pizza Hut kesempatan untuk dijalankan sebagai kisah pemulihan,” lanjutnya.

Yum Brands sebelumnya mengungkapkan tengah mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk Pizza Hut setelah jaringan tersebut mencatat penurunan penjualan selama beberapa kuartal berturut-turut. Perusahaan kemudian memulai pembicaraan eksklusif dengan LongRange Capital pada Mei lalu.

Chief Executive Officer Yum Brands, Chris Turner, mengatakan transaksi tersebut akan memperkuat fokus bisnis perusahaan.

"Transaksi-transaksi ini memungkinkan Yum! menjadi perusahaan yang lebih fokus," ujar Turner.

Pizza Hut menjadi bagian dari PepsiCo sejak 1977 sebelum dipisahkan bersama KFC dan Taco Bell pada 1997 untuk membentuk perusahaan yang kemudian dikenal sebagai Yum Brands pada 2002.

Setelah divestasi Pizza Hut rampung, portofolio utama Yum Brands akan berfokus pada KFC dan Taco Bell. Perusahaan menargetkan transaksi selesai pada kuartal tiga tahun 2026 setelah memperoleh persetujuan regulator.

Penjualan bisnis Pizza Hut di China juga mencerminkan tren yang semakin banyak ditempuh perusahaan AS, yakni menyerahkan kendali operasional kepada pelaku lokal untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen.

Sebelumnya, General Mills menjual jaringan gerai Haagen-Dazs di China kepada konsorsium yang dipimpin perusahaan minuman teh Ningji. Starbucks juga telah melepas sebagian besar kepemilikan bisnisnya di China kepada Boyu Capital pada tahun lalu.

Yum China, perusahaan yang berbasis di Shanghai, saat ini mengelola lebih dari 18.000 gerai restoran melalui skema kepemilikan dan waralaba. Perusahaan menargetkan jumlah gerai Pizza Hut di China meningkat menjadi lebih dari 6.000 unit pada 2028.

Kedua perusahaan juga menyepakati insentif keuangan yang terkait dengan pertumbuhan KFC China serta kerja sama ekspansi Taco Bell di pasar China daratan.

Setelah pengumuman transaksi, saham Yum China yang tercatat di bursa AS bergerak stabil setelah sempat melemah. Sementara itu, saham Yum Brands naik sekitar 2% setelah perusahaan juga mengumumkan program pembelian kembali saham senilai US$4 miliar.(DH)