Investor lirik aset berisiko, IHSG berpotensi lanjutkan reli
Rabu, 17 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (17/6), didukung meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko dan ketegangan geopolitik global yang mulai reda.
Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG naik 4,12% ke level 6.254,97 seiring penguatan nilai tukar rupiah 0,85% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp17.709.
Analis Phintraco Sekuritas menilai koreksi harga minyak mentah dunia menjadi sentimen positif bagi pasar domestik, karena meredakan tekanan inflasi sekaligus mengurangi potensi defisit APBN semakin lebar.
Secara teknikal, analis Phintraco menilai IHSG telah bertahan di atas MA20 dan didukung indikator MACD yang melanjutkan pembentukan histogram positif. Namun indikator Stochastic RSI berpotensi membentuk death cross di area overbought.
“Diperkirakan IHSG bergerak pada rentang 6.150-6.400 pada perdagangan Rabu (17/6),” tulis analis Phintraco dalam risetnya.
Senada dengan hal tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia menyebut penurunan harga minyak mentah dan penguatan rupiah juga menjadi katalis positif bagi pasar saham. Namun aksi ambil untung di Wall Street menjadi sentimen negatif bagi pasar.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.115/5.975 dan resist 6.395/6.535,” jelas analis CGS International, dalam risetnya.
Sementara itu analis BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG mendapat dukungan dari risk appetite investor yang kembali meningkat, setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai.
Menurut analis BRI Danareksa, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan seiring terbentuknya pola V-shape recovery dan keberhasilannya bertahan di atas level psikologis 6.000.
Secara teknikal, analis BRI Danareksa memperkirakan momentum rebound bagi IHSG masih terjaga, selama sanggup bertahan di atas area support 6.071 hingga 5.931.
“Dengan potensi melanjutkan penguatan menuju resistance 6.300-6.360,” jelas analis BRI Danareksa. (KR)