Kevin Warsh diprediksi tantang tradisi dot plot yang jadi acuan pasar
Rabu, 17 Juni 2026
JAKARTA - Investor menyoroti kemungkinan perubahan besar dalam strategi komunikasi Federal Reserve (The Fed) setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh diperkirakan tidak ikut menyampaikan proyeksi suku bunga individual atau dot plot dalam rapat kebijakan moneter yang berakhir Rabu waktu setempat.
Seperti dikutip Cnbc, dot plot selama ini menjadi salah satu acuan utama investor untuk membaca arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Instrumen tersebut merupakan bagian dari Summary of Economic Projections (SEP), yang memuat proyeksi pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) terkait suku bunga, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat pengangguran.
Sejumlah ekonom Wall Street memperkirakan Warsh tidak akan mengirimkan proyeksi suku bunga pribadinya.
"Menurut saya, kemungkinan besar dia tidak ingin menyampaikan perkiraan suku bunga," kata Bill English, mantan Kepala Urusan Moneter The Fed yang kini menjadi profesor di Yale University.
Menurut English, bukan tidak mungkin ada pejabat FOMC lain yang mengambil langkah serupa karena juga memiliki pandangan kritis terhadap penggunaan dot plot.
Warsh sebelumnya menyatakan bahwa publikasi proyeksi suku bunga berpotensi membatasi fleksibilitas pengambilan keputusan bank sentral.
Dalam sidang konfirmasi pada April lalu, ia menilai The Fed terlalu banyak memberikan panduan kepada pasar dan cenderung mempertahankan proyeksi yang sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan ekonomi. "The Fed memberi tahu seluruh dunia apa yang akan menjadi titik-titik proyeksi mereka, apa perkiraan mereka."
Warsh menambahkan: "The Fed itu manusia. Kemudian mereka mempertahankan perkiraan itu lebih lama dari seharusnya. Saya pikir jika The Fed menunggu sampai mereka mengadakan pertemuan sebelum membuat keputusan, pertimbangan bertahap itu dapat mencegah bank sentral memperburuk kesalahannya. Saya pikir ini adalah perubahan besar yang dibutuhkan."
Menimbulkan Ketidakpastian Baru
Ekonom Bank of America, Aditya Bhave, juga memperkirakan Warsh tidak akan mengirimkan dot plot kali ini.
Namun, ekonom Goldman Sachs David Mericle menilai kemungkinan tersebut cukup besar meski belum dapat dipastikan.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai pengurangan peran dot plot berpotensi menimbulkan ketidakpastian baru bagi pasar keuangan yang selama ini menjadikan SEP sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed.
"Bagi saya, tidak pernah masuk akal bahwa SEP terkadang mampu menggerakkan pasar, karena akurasinya paling banter hanya biasa-biasa saja," kata Liz Ann Sonders, Kepala Strategi Investasi Charles Schwab.
"Namun, ini adalah salah satu cara yang digunakan The Fed untuk menyampaikan pandangannya, dan pasar cenderung bergerak berdasarkan pandangan tersebut."
Ekonom New Century Advisors Claudia Sahm mengingatkan bahwa keputusan Warsh untuk tidak berpartisipasi dalam dot plot dapat memunculkan persepsi negatif di kalangan investor.
"Menetralisir SEP minggu ini mungkin akan mengatasi beberapa kekhawatiran Warsh, tetapi hampir pasti akan menimbulkan kekhawatiran baru," tulis Sahm.
"Fed yang tampaknya menyembunyikan perdebatan internalnya sendiri dapat terlihat lengah terhadap inflasi, dan itulah kredibilitas yang tidak boleh hilang." (DH)