Maybank akan caplok mayoritas saham Asuransi Etiqa
Rabu, 17 Juni 2026
JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) berencana mengambil alih 51% saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia.
Direktur BNII, Irvandi Ferizal, mengatakan aksi korporasi ini adalah bagian dari proses reorganisasi internal pada Asuransi Etiqa, yang menindaklanjuti aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 terkait konglomerasi keuangan.
Setelah akuisisi tuntas, Irvandi menyampaikan bahwa BNII akan jadi pemegang saham pengendali baru di Asuransi Etiqa.
“Para pihak yang berkepentingan, termasuk kreditur dari AEII, dapat mengajukan keberatan terhadap pengambilalihan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari kalender setelah pengumuman,” jelas Irvandi, dalam keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/6).
Namun hingga saat ini, proses pengambilalihan masih menunggu persetujuan dari OJK, serta dari pemegang saham BNII dan Asuransi Etiqa.
Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, Asuransi Etiqa memiliki total aset sebesar Rp877,88 miliar pada akhir kuartal pertama 2026.
Namun dengan adanya peningkatan beban jasa asuransi dan operasi pada awal tahun, lengan bisnis Etiqa International Holdings dari Malaysia ini, mengalami kerugian Rp11,29 miliar di kuartal pertama.
Per 31 Maret 2026, Etiqa International Holdings Sdn. Bhd. mengendalikan 79,87% saham Asuransi Etiqa. Sementara sisanya sebanyak 20,13% saham dimiliki oleh PT Transpacific Mutual Capita. (KR)