Meski ekspor ke AS anjlok, perdagangan China surplus US$1 triliun
Selasa, 09 Desember 2025

TIONGKOK - Surplus perdagangan China menembus US$1 triliun dalam 11 bulan pertama tahun ini, meskipun ekspor ke Amerika Serikat merosot tajam.Ekspor China kembali tumbuh pada November setelah kontraksi tak terduga pada bulan sebelumnya.Data Bea Cukai China yang dirilis Senin menunjukkan total ekspor naik 5,9% secara tahunan menjadi US$330,3 miliar, lebih baik dari perkiraan ekonom, dan membaik dari kontraksi 1,1% pada Oktober.Seperti dikutip dari cnn.com, pengiriman ke AS tercatat anjlok hampir 29% secara tahunan, menandai delapan bulan berturut-turut penurunan dua digit.Kesenjangan antara ekspor dan impor melebar, dengan surplus perdagangan China dalam 11 bulan mencapai hampir US$1,08 triliun, rekor tertinggi tahunan dan melampaui surplus penuh tahun 2024 sebesar US$992 miliar.Meski ekspor ke AS melemah hampir sepanjang tahun, pengiriman ke kawasan lain, termasuk Asia Tenggara, Afrika, Amerika Latin, dan Uni Eropa, justru melonjak.Impor juga naik 1,9% pada November menjadi US$218,6 miliar, sedikit lebih baik dari pertumbuhan 1% pada Oktober, meski tekanan dari sektor properti masih menahan belanja dan investasi.Gencatan dagang setahun antara China dan AS dicapai pada akhir Oktober dalam pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan.AS menurunkan tarifnya, sementara China berjanji menghentikan pembatasan ekspor terkait rare earth.Analis menilai dampak pemotongan tarif kemungkinan baru terlihat dalam beberapa bulan mendatang.Namun, aktivitas pabrik China masih menyusut untuk bulan kedelapan pada November, sehingga para ekonom menilai terlalu dini menyimpulkan adanya pemulihan nyata dalam permintaan eksternal.Meski demikian, kinerja ekspor yang tetap kuat membuat China diperkirakan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sekitar 5% tahun ini.Pemimpin China sebelumnya telah menetapkan fokus pada manufaktur maju untuk lima tahun ke depan.Rapat perencanaan ekonomi tahunan yang dipimpin Xi Jinping pada Senin juga membahas peta jalan pertumbuhan 2026, dengan penekanan pada stabilitas dan kemajuan.Meski ada jeda dalam ketegangan dagang, analis memperingatkan kondisi tersebut mungkin tidak bertahan lama karena hubungan China-AS tetap “buntu.”Kendati begitu, sejumlah ekonom memperkirakan China masih akan meningkatkan pangsa ekspor global dalam beberapa tahun mendatang.Morgan Stanley memproyeksikan pangsa ekspor China dapat mencapai 16,5% pada 2030, didukung keunggulan di sektor manufaktur canggih seperti kendaraan listrik, robotika, dan baterai. (DK)