Hormuz segera dibuka, Qatar bersiap pulihkan ekspor LNG

Rabu, 17 Juni 2026

image

TEHERAN - Qatar mulai mengembalikan sebagian kapal tanker gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) ke Timur Tengah seiring persiapan negara tersebut untuk meningkatkan ekspor setelah Selat Hormuz dibuka kembali menyusul tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Setidaknya empat kapal LNG kosong milik Qatar baru-baru ini mulai berlayar kembali ke kawasan tersebut setelah sebelumnya menganggur atau bergerak ke arah lain, berdasarkan data pelacakan kapal. 

Seperti dikutip Bloomberg, satu kapal lain yang disewa Qatar juga sedang menuju kawasan itu. 

Seluruh kapal tanker tersebut menandai Ras Laffan, terminal ekspor LNG terbesar di dunia yang berlokasi di Qatar, sebagai tujuan berikutnya.

Data juga menunjukkan empat kapal tanker lain yang terkait dengan Qatar saat ini menganggur di Teluk Oman dan berpotensi melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Persia. 

Hingga kini, Qatar belum membawa kapal kosong masuk ke Teluk Persia sejak perang pecah pada Februari lalu.

Meski kembalinya kapal-kapal tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari armada Qatar yang berjumlah sekitar 70 kapal tanker, langkah ini menjadi sinyal bahwa produsen LNG terbesar dunia itu tengah bersiap meningkatkan produksi apabila Selat Hormuz kembali dibuka.

Qatar menargetkan dapat memulihkan sebagian besar kapasitas ekspornya dalam waktu dua bulan. 

Untuk mewujudkan target tersebut, ketersediaan kapal pengangkut LNG akan menjadi faktor penting dalam percepatan pemulihan ekspor.

Langkah ini dilakukan ketika AS dan Iran diperkirakan segera meresmikan kesepakatan pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang. Kesepakatan sementara yang dijadwalkan ditandatangani pada Jumat mewajibkan Teheran menjamin kelancaran pelayaran kapal dagang melalui Selat Hormuz, sementara AS akan mencabut blokadenya.

Kembalinya pasokan LNG Qatar berpotensi membantu meredakan ketatnya pasokan energi global.

Meskipun telah tercapai kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, harga LNG di Eropa dan Asia masih berada di atas level sebelum perang.

Selama konflik berlangsung, Qatar hanya mampu mengekspor sejumlah kecil kargo LNG ke pembeli di Asia dengan menyamarkan lokasi kapal tanker. Namun, volume pengiriman tersebut masih jauh di bawah tingkat normal. (DK)