BLTZ siap tawarkan kosmetik hingga layanan pijat di bioskop CGV
Rabu, 17 Juni 2026
JAKARTA – PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), pengelola jaringan bioskop CGV, tengah mengajukan penambahan izin usaha baru, yaitu perdagangan eceran kosmetik dan aktivitas rumah pijat, sebagai upaya ekspansi usaha.
Kedua kegiatan usaha baru ini diharapkan dapat menjadi kegiatan usaha penunjang (ancillary business) dalam pengembangan konsep cultureplex Perseroan yang mengintegrasikan hiburan, gaya hidup, dan pengalaman konsumen dalam lokasi bioskop CGV.
Pengembangan usaha ini membutuhkan modal yang cukup minim. Misalnya, mengutip keterangan resmi, Senn (15/6), Perseroan hanya mengalokasikan capex sebesar Rp100 juta untuk tiap lokasi usaha perdagangan kosmetik.
Sementara itu, BLTZ akan memfokuskan penempatan booth kosmetik pada lokasi-lokasi bioskop dengan tingkat kunjungan pelanggan yang tinggi (flagship location), seperti Central Park.
“Perseroan memproyeksikan sekitar 18 pelanggan per hari akan mengunjungi booth kosmetik dan melakukan transaksi pembelian. Berdasarkan asumsi tersebut, nilai penjualan kosmetik diproyeksikan mencapai sekitar Rp50 ribu per hari,” jelas manajemen.
Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) ini juga diharapkan mempermudah Perseroan bekerja sama dengan pemilik merek atau distributor resmi produk-produk kecantikan yang akan dijual nantinya.
“Saat ini, terdapat 3 opsi brand kosmetik yang direncanakan akan bekerja sama dan dipasarkan oleh Perseroan, antara lain adalah Olive Young, Bioheal, wakemake, dan beberapa brand lainnya yang masih dalam tahap penjajakan, diskusi dan belum ditetapkan secara definitif,” jelas manajemen.
Di sisi lain, berbeda dengan lini retail kosmetik, BLTZ tidak mengalokasikan dana pada tahap awal, karena hanya membutuhkan penyesuaian sistem operasional di aplikasi dan kasir.
BLTZ mengaku bahwa aktivitas pijat ini memang hanya akan dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga penyedia layanan pijat, dan hanya akan ditawarkan secara eksklusif pada audi kelas gold di CGV Pacific Place.
“Sampai dengan saat ini, Perseroan belum melakukan penunjukan terhadap pihak ketiga yang akan menyediakan tenaga terapis,” aku manajemen BLTZ.
Namun, manajemen berencana untuk menggaet penyedia jasa pijat ternama seperti Kokuo Family Massage & Reflexology, Meiso Reflexology, Energy Reflexology Bar, dan Karada Japense Body Care.
“Visi Perseroan adalah menjadi ‘Cultureplex’ nomor 1 di Indonesia … sehingga dalam pelaksanaannya, Perseroan menjadikan bioskop tidak hanya sebagai tempat untuk menonton film tetapi juga sebagai sarana hiburan bagi pelanggan … termasuk kegiatan self rewarding melalui pembelian kosmetik dan juga relaksasi dengan layanan pijat,” jelas manajemen lebih lanjut.
Namun, sebagai catatan, Perseroan menyatakan bahwa rencana ini akan terlebih dahulu dibahas dan dimintai persetujuan di Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 18 Juni 2026 mendatang. (ZH)