Analis waspadai risiko valuasi SpaceX di tengah euforia pasca IPO

Rabu, 17 Juni 2026

image

NEW YORK - Perdagangan opsi saham SpaceX pada hari pertamanya menunjukkan sekitar 15% peluang saham tersebut naik 50%, sekaligus peluang yang hampir sama bahwa nilainya bisa merosot hingga setengahnya dalam tiga bulan ke depan, menurut analis dari Susquehanna.

Seperti dikutip CNBC, saham SpaceX mencatat volume transaksi opsi beli (call options) tertinggi kelima pada hari itu, tulis Chris Murphy, analis strategi Susquehanna, dalam catatan risetnya pada Selasa.

“Transaksi terbesar semakin terlihat sebagai lindung nilai terhadap risiko tambahan pasokan saham di masa depan,” tulis Murphy.

“Kontrak opsi beli mencerminkan permintaan terhadap potensi kenaikan tajam berikutnya, sementara opsi jual mencerminkan kekhawatiran terkait berakhirnya periode lock-up, risiko valuasi, dan kemungkinan memudarnya antusiasme pasca-pencatatan saham. 

Hasilnya adalah situasi perdagangan yang sulit. Risiko ekstrem di kedua sisi terlihat terlalu mahal untuk dibeli, tetapi juga terlalu berbahaya untuk dijual.”

Saham SpaceX kembali menguat setelah penawaran umum perdana (IPO) pada Jumat lalu. 

Harga sahamnya telah melonjak sekitar 50% dibandingkan harga IPO dan kapitalisasi pasarnya kini telah melampaui Amazon, serta mendekati valuasi Microsoft.

Pergerakan opsi tersebut mencerminkan perdebatan sengit di kalangan investor mengenai apakah perusahaan mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang muncul sejak IPO.

Menurut Murphy, harga opsi saat ini mengindikasikan peluang sekitar 15% bahwa saham SpaceX akan naik lagi 50% hingga September. 

Namun, pasar juga memperkirakan peluang sekitar 13% bahwa saham tersebut justru anjlok 50% dalam periode yang sama.

“Investor sedang memperdagangkan cerita, momentum, antusiasme, dan sosok Elon Musk,” kata Peter Boockvar, Kepala Investasi One Point BFG Wealth Partners, dalam wawancara dengan CNBC.

“Namun pada akhirnya, fundamental perusahaan harus mampu membenarkan antusiasme tersebut.”

Ia menambahkan bahwa peluang kenaikan lebih lanjut memang masih terbuka jika perusahaan mampu memenuhi ekspektasi pasar.

“Jika mereka berhasil mewujudkannya, potensi kenaikan tentu ada. Namun valuasinya sudah sangat besar sehingga perusahaan harus benar-benar menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh sesuai valuasi tersebut,” ujarnya.

“Saya kira proses itu setidaknya akan memakan waktu beberapa tahun.” (DK)