Goldman Sachs cetak rekor raih transaksi M&A lebih dari US$1 triliun

Rabu, 17 Juni 2026

image

WASHINGTON - Goldman Sachs telah menangani lebih dari US$1 triliun transaksi merger dan akuisisi (M&A) yang diumumkan sepanjang 2026 hingga saat ini.

Capaian tersebut menjadi laju tertinggi yang pernah dicatat oleh bank investasi mana pun dalam periode enam bulan, menurut unggahan perusahaan di LinkedIn yang mengutip data Dealogic.

Seperti dikutip Reuters, pencapaian ini didorong oleh peran Goldman Sachs sebagai lead left underwriter dalam penawaran saham perdana (IPO) bersejarah SpaceX.

Perusahaan milik Elon Musk tersebut resmi melantai di bursa New York pada Jumat lalu.

Goldman Sachs juga bertindak sebagai penasihat keuangan bersama bagi perusahaan utilitas Dominion Energy dalam penjualannya kepada NextEra Energy melalui transaksi senilai US$66,8 miliar yang diumumkan bulan lalu.

Dalam unggahan terpisah, CEO Goldman Sachs David Solomon mengatakan volume M&A global telah melampaui US$2,6 triliun tahun ini seiring kecerdasan buatan (AI) dan konsolidasi strategis yang mengubah berbagai industri.

Di saat yang sama, volume perdagangan di pasar keuangan juga mencapai rekor tertinggi karena klien menghadapi berbagai peristiwa risiko global.

Para eksekutif Wall Street sebelumnya memperkirakan tahun yang kuat untuk aktivitas M&A meskipun terdapat ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.

Optimisme tersebut didorong oleh lingkungan regulasi yang lebih longgar di bawah Presiden AS Donald Trump serta meningkatnya momentum investasi terkait AI.

“Para CEO dan dewan direksi mengambil pandangan strategis jangka panjang, meskipun latar belakang kondisi saat ini cukup kompleks, untuk memperoleh skala yang lebih besar dan memperkuat keunggulan kompetitif mereka,” kata Matt McClure, Global Co-Head of Investment Banking Goldman Sachs.

Menurutnya, momentum tersebut terjadi secara global dengan diskusi aktif yang terus berlangsung di berbagai sektor dan ukuran transaksi.

Pendapatan biaya jasa perbankan investasi Goldman Sachs naik menjadi US$2,84 miliar pada kuartal pertama 2026, melonjak 48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, saham Goldman Sachs telah menguat sekitar 24% sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Dealogic, Goldman Sachs mempertahankan posisinya sebagai penasihat M&A global nomor satu pada 2026 setelah juga menempati peringkat teratas tahun lalu. JPMorgan Chase berada di posisi kedua. (DK)