Jet milik Berkshire Hathaway hantam jalan raya Texas, 1 orang tewas

Rabu, 17 Juni 2026

image

JAKARTA - Jet bisnis yang dioperasikan NetJets, anak usaha konglomerasi investasi Berkshire Hathaway milik Warren Buffett, jatuh dan terbakar di jalan raya Loop 20, Laredo, Texas, pada Selasa malam waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan memicu upaya penyelamatan darurat oleh warga yang berada di lokasi.

Seperti dikutip Independent, pesawat yang membawa enam orang itu jatuh sesaat setelah pukul 22.00 waktu setempat saat mendekati Bandara Laredo. Informasi tersebut disampaikan penyidik Departemen Kepolisian Laredo, Jose Baeza.

NetJets mengonfirmasi bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan bagian dari armadanya. Perusahaan menyatakan sedang bekerja sama dengan otoritas terkait dalam proses investigasi.

Hingga kini, pihak berwenang belum memastikan apakah korban tewas merupakan penumpang pesawat atau berada di darat saat kecelakaan terjadi. Tidak ada laporan korban luka di darat, namun lima petugas kepolisian harus menjalani perawatan akibat menghirup asap.

Data perusahaan pelacak penerbangan FlightAware menunjukkan pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Cessna Citation Latitude bermesin ganda. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Los Cabos, Meksiko, pada pukul 18.19 waktu setempat.

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan badan pesawat terbalik dan menabrak pembatas jalan raya. Bagian ekor pesawat tampak terlepas dari badan utama akibat benturan.

Sejumlah saksi mata berupaya mengevakuasi korban sebelum tim penyelamat tiba. Warga yang melintas menghentikan kendaraan dan berusaha memecahkan kaca kokpit untuk membantu penumpang keluar dari pesawat yang terbakar.

Salah satu saksi, Zayra Garza, mengaku menyaksikan langsung proses penyelamatan tersebut saat mengantar rekan kerjanya pulang.

Menurut Garza, beberapa orang di dalam pesawat berusaha memecahkan kaca kokpit dari dalam sehingga mendorong warga lain ikut membantu dari luar.

Garza mengatakan suaminya turut membantu proses evakuasi. Ia melihat pintu pesawat akhirnya terbuka dan beberapa penumpang berhasil keluar.

"Itu tampak seperti bagian dari sebuah film. Saya terkejut," kata Garza.

"Yang membuat saya khawatir adalah apinya. Saya khawatir api itu bisa meledak kapan saja," lanjutnya.

Garza menyebut tiga orang yang tampak masih berusia remaja berhasil keluar lebih dulu, disusul seorang pilot dan awak pesawat lainnya yang berusaha mengevakuasi seorang korban dalam kondisi tidak sadar.(DH)