Indonesia hentikan program MBG selama musim libur sekolah

Rabu, 17 Juni 2026

image

Jakarta – Pemerintah Indonesia akan menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah, sambil mengevaluasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini.

Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengatakan evaluasi program MBG akan dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sejalan dengan upaya pemerintah memangkas biaya operasi program MBG, agar tak membebani APBN.

“Selama libur sekolah MBG dihentikan untuk bisa dilakukan evaluasi secara total,” kata Qodari, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (17/6) di Jakarta.

Qodari menambahkan, evaluasi akan mencakup mekanisme penghitungan insentif, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, hingga optimalisasi kelompok penerima manfaat program MBG.

Selain itu, Qodari mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan perubahan skema insentif bagi SPPG sesuai jumlah penerima manfaat yang dijangkau. Perbuahan skema insentif ini telah dibahas dalam rapat, yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan BGN beberapa hari lalu.

“Hitungannya bisa menghemat sampai kurang lebih Rp1 triliun setiap bulannya. Artinya setahun itu bisa Rp12 triliun,” katanya, menjelaskan efisiensi dari perubahan skema insentif SPPG.

Saat program ini kembali beroperasi, pemerintah juga akan mengoptimalkan penerima manfaat dari kelompok ibu menyusui, ibu hamil, dan balita. Sementara sebaran SPPG ke depan juga akan fokus menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Sehingga kelompok-kelompok yang paling rentan ini bisa mendapatkan manfaat secara maksimal,” ujar Qodari.

Terkait optimasi program MBG, Qodari menjelaskan saat ini BGN tengah mengevaluasi sistem penilaian atau grading SPPG yang selama ini dipakai. Hasil evaluasi ini, nantinya akan dipakai untuk menghitung kelayakan SPPG mendapat insentif atau justru dihentikan operasinya. (KR)