Rupiah melemah ke Rp17.762/US$, IHSG turun 0,55%
Rabu, 17 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,55% atau 34,23 poin ke level 6.220,74 pada perdagangan Rabu (17/6), setelah sempat menguat di awal sesi dan menyentuh level tertinggi di 6.321,96.
Total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp24,68 triliun, yang melibatkan 34,03 miliar lembar saham.
Sebanyak 287 saham ditutup menguat, sementara 387 saham melemah dan 142 lainnya stagnan.
Mayoritas indeks sektoral melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor industri yang mencapai 2,52%. Sementara hanya ada empat sektor yang menguat yaitu kesehatan 0,58%, infrastruktur 0,42%, konsumer nonsiklikal 0,36% dan keuangan 0,03%.
Saham-saham bank berkapitalisasi pasar jumbo kembali mencatat nilai transaksi tertinggi, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp2,99 triliun. Berikutnya disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp1,57 triliun, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp1,28 triliun.
Namun harga saham BBCA stagnan di Rp6.275 per lembar, BBRI naik 3,01% ke Rp3.080 dan BMRI turun 0,22% ke Rp4.490.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah juga terpantau melemah 0,21% ke level Rp17.762 pada perdagangan hari ini. Pelemahan ini seiring tekanan pada sejumlah mata uang negara emerging market Asia yang cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam sekitar satu pekan terakhir, nilai tukar rupiah cenderung menguat setelah mencapai titik terendahnya sepanjang sejarah pada 8 Juni 2026, yang menyentuh Rp18.188/US$.
Sejak awal tahun hingga saat ini, rupiah telah melemah 6,49% terhadap dolar AS. (KR)