ETF bitcoin terbaru BlackRock tawarkan pendapatan tambahan
Rabu, 17 Juni 2026
NEW YORK - BlackRock meluncurkan iShares Bitcoin Premium Income ETF (BITA), produk exchange-traded fund (ETF) yang memberikan akses investasi pada Bitcoin sekaligus menawarkan potensi pendapatan tambahan melalui strategi covered call.
Dikutip dari The Block, BITA berinvestasi pada Bitcoin melalui kepemilikan langsung aset kripto tersebut serta saham iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT), ETF Bitcoin andalan BlackRock.
Untuk menghasilkan pendapatan, BITA memberikan opsi beli (call option) atas sekitar 25%-35% kepemilikan IBIT dalam portofolionya.
Pendapatan dari premi opsi tersebut kemudian akan didistribusikan pada investor.
Kepala Aset Digital BlackRock, Robert Mitchnick, mengatakan bahwa sebagian besar klien perusahaan tertarik pada bitcoin, tetapi juga mencari instrumen yang dapat menghasilkan pendapatan.
"BITA dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga investor tetap dapat menikmati sebagian besar potensi kenaikan harga bitcoin sekaligus berpeluang memperoleh pendapatan tambahan melalui instrumen ETF," ujarnya.
Peluncuran BITA memperkuat ekspansi BlackRock di pasar aset digital. Perusahaan saat ini merupakan penerbit ETF spot bitcoin dan ethereum terbesar di dunia, yang termasuk di antara ETF dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah industri.
BlackRock pertama kali mengajukan dokumen peluncuran BITA pada Januari lalu. ETF tersebut akan diperdagangkan di bursa Nasdaq.
Produk ini juga menjadi bagian dari tren ETF bitcoin yang memanfaatkan strategi covered call untuk menghasilkan pendapatan.
Berbeda dengan ETF berbasis ethereum atau solana yang dapat memperoleh imbal hasil melalui staking, jaringan bitcoin tidak memiliki mekanisme bawaan untuk menghasilkan pendapatan dari kepemilikan asetnya.
Sementara itu, Goldman Sachs juga telah mengajukan peluncuran Bitcoin Premium Income ETF pada April lalu. Produk tersebut menggunakan strategi serupa dan diperkirakan mulai efektif pada awal Juli 2026.
Strategi covered call dilakukan dengan memiliki aset dasar dan menjual opsi beli atas sebagian kepemilikan tersebut untuk memperoleh premi di muka.
Dalam kondisi pasar yang bergerak datar atau naik secara moderat, premi opsi dapat meningkatkan imbal hasil investor. Namun, ketika harga aset melonjak tajam, potensi keuntungan menjadi terbatas pada porsi aset yang digunakan dalam strategi tersebut karena aset harus dijual pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.
BlackRock menyebut volume perdagangan harian opsi atas IBIT saat ini termasuk yang terbesar di pasar, dengan rata-rata transaksi mencapai US$3,7 miliar per hari.
Berdasarkan dokumen terbaru yang diajukan perusahaan, BITA akan mengenakan biaya pengelolaan sebesar 0,65%, lebih tinggi dibandingkan dengan biaya ETF IBIT yang sebesar 0,25%.
Selain itu, BITA masih menawarkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah ETF Bitcoin penghasil pendapatan lainnya di pasar.
Kepala Solusi Produk Global Amerika BlackRock, Jessica Tan, mengatakan peluncuran produk seperti BITA membutuhkan keahlian mendalam di bidang ETF dan opsi, didukung manajemen risiko yang ketat serta infrastruktur investasi berskala institusional. (ARF)