Analis ramal harga emas melesat ke US$5.000 usai lewati fase ini

Selasa, 09 Desember 2025

image

JAKARTA - Heraeus Precious Metals, salah satu pemain besar di komoditas logam mulia yang berada di bawah naungan Grup Heareus dari Jerman, memproyeksi harga emas akan memasuki fase konsolidasi sebelum melanjutkan reli kenaikan.

“Proyeksi kami harga emas di kisaran US$3.750-5.000 per troi ons,” jelas analis Heraeus, dalam laporan riset Precious Metals Forecast 2026 yang disampaikan Senin (8/12) kemarin.

Dalam laporan itu, analis Heraeus menyebut konsolidasi harga emas, perak, dan platinum akan berlangsung setidaknya hingga awal tahun 2026.

Alasannya, harga emas dan logam mulia lain yang terjadi pada tahun ini, melesat terlalu cepat. Meskipun di sisi lain akumulasi emas yang dilakukan bank sentral, inflasi, dan penurunan suku bunga mendukung lonjakan harga tersebut.

“Usai harga melesat begitu cepat, periode pemulihan dan konsolidasi kemungkinan akan terjadi. Emas diperkirakan akan mempertahankan basis terkuat, didukung permintaan bank sentral dan makroekonomi,” jelas Head of Trading Heraeus Precious Metals, Henrik Marx, dalam laporan tersebut.

Marx juga memperkirakan harga perak akan lebih volatil, di tengah hambatan yang dialami oleh pelaku industri. Sedangkan harga platinum akan semakin terbatas, meskipun berpotensi menghadapi defisit pasokan.

“Di sisi lain, harga paladium mungkin akan menghadapi surplus sejalan dengan tren kendaraan listrik yang semakin dominan,” jelas Marx.

Selain itu, Marx menambahkan bahwa harga logam mulia mungkin akan lebih lambat dalam beberapa bulan mendatang, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian geopolitik, dan transformasi di sektor otomotif.

“Kami memperkirakan harga logam mulia akan lebih volatil pada semester pertama 2026, dengan peluang yang lebih jelas bahwa konsolidasi harga mungkin telah berada di fase yang lebih matang,” jelas Marx.

Menurut data IDNFinancials.com, harga emas turun 0,17% pada perdagangan awal pekan ini dan bertahan di US$4.190 per troi ons, menurut data Intercontinental Exchange (ICE). Namun sejak awal tahun ini, harga emas telah mencatat kenaikan lebih dari 59%.

Sementara kontrak berjangka perak telah mencatat penurunan harga 0,86% dalam 5 hari terakhir, setelah naik hampir 100% sejak awal tahun. (KR)