Ukraina: Upaya Rusia ganggu Starlink belum efektif
Kamis, 18 Juni 2026
KYIV - Seorang penasihat Kementerian Pertahanan Ukraina mengungkapkan keterbatasan sistem perang elektronik Rusia yang dirancang untuk mengganggu layanan komunikasi dari satelit Starlink.
Dikutip dari Defence Express, Serhii "Flash" Beskrestnov mengatakan bahwa Rusia menggunakan sistem perang elektronik bernama Volna Kupol Garant yang diproduksi oleh Rossiysky Kupol, perusahaan yang beroperasi di wilayah Krimea yang saat ini diduduki Rusia.
Menurut Beskrestnov, sistem tersebut dirancang untuk mengganggu saluran komunikasi Starlink dengan memancarkan sinyal interferensi berdaya tinggi ke satelit yang menjadi target.
Ia menjelaskan bahwa untuk mengganggu satu satelit Starlink, sistem tersebut memerlukan mekanisme pelacakan yang sangat presisi serta sumber daya listrik yang besar.
Beskrestnov memperkirakan biaya pembangunan satu unit Volna Kupol Garant mencapai sekitar US$1,5 juta.
Secara teknis, Starlink menggunakan pita frekuensi 14-14,5 GHz yang terbagi ke dalam delapan kanal. Sistem Volna Kupol Garant disebut menggunakan sejumlah antena parabola yang masing-masing memancarkan sinyal gangguan pada kanal yang berbeda untuk mengganggu komunikasi satelit.
Sistem tersebut juga berukuran besar dan umumnya dipasang pada enam trailer yang dilengkapi kubah pelindung transparan terhadap gelombang radio. Selain itu, perangkat tersebut membutuhkan sumber energi berdaya tinggi untuk beroperasi.
Meski demikian, Beskrestnov menilai efektivitas sistem tersebut masih terbatas.
Menurutnya, Volna Kupol Garant hanya mampu mengganggu satu satelit Starlink dalam satu waktu dengan cakupan area sekitar 20 kilometer persegi atau radius sekitar 2,5 kilometer.
Di sisi lain, konstelasi Starlink saat ini disebut memiliki lebih dari 10.000 satelit aktif yang terus bergerak di orbit secara bergantian untuk menyediakan layanan komunikasi di berbagai wilayah.
Beskrestnov mengatakan puluhan satelit Starlink dapat berada dalam jangkauan satu terminal pada waktu yang sama. Setiap satelit juga disebut mampu mencakup area dengan radius sekitar 1.000 kilometer.
Klaim tersebut disampaikan oleh pihak Ukraina dan belum dapat diverifikasi secara independen. (ARF)