Akuisisi Cursor senilai US$60 miliar dongkrak kekayaan pendiri

Rabu, 17 Juni 2026

image

NEW YORK - SpaceX mengumumkan rencana mengakuisisi startup pemrograman berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Cursor dalam transaksi seluruh saham senilai US$60 miliar yang ditargetkan akan rampung pada kuartal III-2026.

Dikutip dari Forbes, transaksi tersebut diperkirakan akan menggandakan kekayaan empat pendiri muda Cursor, yaitu Michael Truell (25), Aman Sanger (25), Sualeh Asif (25), dan Arvid Lunnemark (26).

Forbes memperkirakan kekayaan masing-masing pendiri akan mencapai sekitar US$2,7 miliar setelah transaksi tersebut rampung.

Selain para pendiri, investor awal Cursor juga diperkirakan akan menikmati lonjakan nilai investasinya. Andreessen Horowitz dilaporkan memiliki sekitar 10% saham Cursor yang bernilai sekitar US$6 miliar berdasarkan valuasi transaksi tersebut. Sementara itu, Thrive disebut memiliki sekitar 7% saham dengan nilai mencapai US$4,2 miliar.

Cursor didirikan pada 2022 oleh empat alumni Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang juga pernah masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30. Perusahaan tersebut mengembangkan perangkat lunak berbasis AI untuk membantu proses pemrograman.

Persaingan di industri AI semakin ketat setelah Anthropic meluncurkan Claude Code. Namun, Cursor berhasil mempertahankan pertumbuhan bisnisnya di tengah kompetisi dengan Anthropic maupun OpenAI.

Menurut Forbes, Cursor membukukan pendapatan tahunan tersetahunkan (annualized revenue) lebih dari US$4 miliar pada awal Juni. Angka tersebut meningkat dari US$2 miliar pada Februari menjadi US$3 miliar pada akhir April.

Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh peluncuran Cloud Agents, produk yang dirancang untuk menangani tugas pemrograman kompleks secara otomatis di latar belakang dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Kerja sama antara Cursor dan SpaceX dimulai pada April lalu ketika perusahaan roket milik Elon Musk tersebut memperoleh hak untuk mengakuisisi Cursor dengan valuasi US$60 miliar.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, SpaceX diwajibkan membayar biaya pembatalan sebesar US$1,5 miliar serta menyediakan sumber daya komputasi senilai US$8,5 miliar apabila transaksi tidak terealisasi.

SpaceX, yang juga mengakuisisi xAI pada Februari lalu, disebut menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan model AI-nya setelah banyak peneliti AI meninggalkan perusahaan tersebut.

Meski demikian, SpaceX memiliki kapasitas komputasi yang besar berkat superkomputer Colossus. Dalam beberapa bulan terakhir, SpaceX dan Cursor dilaporkan bersama-sama melatih model AI baru yang nantinya akan digunakan pada platform Cursor dan Grok milik xAI. (ARF)