Cadangan minyak AS anjlok ke titik terendah sejak 1985

Kamis, 18 Juni 2026

image

JAKARTA - Persediaan minyak mentah Amerika Serikat kembali menyusut pada pekan lalu, menandai penurunan selama 10 minggu berturut-turut di tengah lonjakan permintaan dan berlanjutnya gangguan pasar energi global akibat perang Iran. Data U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan total stok minyak AS turun ke level terendah dalam lebih dari empat dekade.

Seperti dikutip Reuters, EIA melaporkan total persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan komersial dan Strategic Petroleum Reserve (SPR), merosot 17,2 juta barel menjadi 758,5 juta barel pada pekan yang berakhir 12 Juni. Level tersebut menjadi yang terendah sejak Maret 1985.

Sejak pecahnya perang Iran, total persediaan minyak AS telah berkurang sekitar 96,25 juta barel. Penurunan terjadi seiring meningkatnya permintaan global terhadap minyak dan produk energi AS untuk menutup kekurangan pasokan di berbagai negara.

Di luar cadangan darurat pemerintah, stok minyak mentah komersial turun 8,3 juta barel menjadi 418,2 juta barel. Realisasi ini jauh lebih besar dibandingkan proyeksi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan 4,6 juta barel.

Persediaan di pusat penyimpanan dan pengiriman minyak Cushing, Oklahoma, juga berkurang 1,6 juta barel menjadi 20,03 juta barel. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 2014 dan mendekati batas operasional minimum fasilitas tersebut.

Harga minyak sempat memperpanjang kenaikan setelah laporan dirilis, meski kemudian memangkas penguatan di tengah respons pasar terhadap perkembangan hubungan AS-Iran dan peringatan International Energy Agency (IEA) mengenai potensi surplus pasokan global tahun depan. Hingga pukul 12.07 waktu setempat, Brent diperdagangkan naik 46 sen menjadi US$79,42 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 59 sen ke US$76,64 per barel.

"Cushing menunjukkan penurunan yang signifikan lagi, membawanya semakin dekat ke level terendah operasional. Data drone pertengahan pekan kami menunjukkan Cushing mengalami penurunan sepanjang paruh pertama minggu ini, semakin mendekati ambang batas," kata analis Kpler, Matt Smith.

Aktivitas pengolahan minyak juga meningkat. EIA mencatat kilang AS menaikkan pengolahan minyak mentah sebesar 230.000 barel per hari, sementara tingkat utilisasi kilang naik 1,4 poin persentase menjadi 96,7%.

Di sisi produk olahan, persediaan bensin turun 906.000 barel menjadi 214,2 juta barel, sejalan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sekitar 1 juta barel. Tingkat utilisasi kilang di kawasan Midwest dan Pantai Barat bahkan mencapai level tertinggi sejak 2023.

Permintaan energi domestik menunjukkan penguatan. Total produk yang dipasok ke pasar, indikator konsumsi energi, meningkat 85.000 barel per hari menjadi 20,685 juta barel. Konsumsi bensin naik 481.000 barel per hari menjadi 9,21 juta barel.

Sebaliknya, persediaan distilat yang mencakup diesel dan minyak pemanas naik sekitar 1 juta barel menjadi 103,1 juta barel. Kenaikan tersebut berlawanan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan 470.000 barel.

Sementara itu, impor bersih minyak mentah AS turun 241.000 barel per hari pada pekan lalu. Ekspor minyak mentah juga melemah 513.000 barel per hari menjadi 4,33 juta barel per hari.(DH)