IHSG menanti keputusan BI Rate, MSCI, dan FTSE

Kamis, 18 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi terbatas pada perdagangan Kamis (18/6), menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan pengelola indeks global.

Analis CGS International Sekuritas menilai pasar saham domestik pada perdagangan Kamis akan merespons pelemahan Wall Street, menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) yang menahan suku bunga acuan dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (17/6) kemarin.

Tepat setelah keputusan itu, BI akan mengumumkan keputusan terkait suku bunga acuan periode Juni, yang diperkirakan akan kembali naik 25 basis poin menjadi 5,75%.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.110/6.000 dan resist 6.330/6.445,” jelas analis CGS International, dalam riset yang disampaikan hari ini.

Sementara itu analis Phintraco Sekuritas, menilai investor akan cenderung berhati-hati menjelang berbagai agenda penting pekan ini. Beberapa di antaranya termasuk Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, MSCI Global Market Accessibility Review dan rebalancing indeks FTSE pada Jumat (19/6) waktu Indonesia, serta MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6) pekan depan.

Secara teknikal, analis Phintraco menilai indikator MACD pada IHSG melanjutkan pembentukan histogram positif. Namun Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought.

“Sehingga diperkirakan IHSG bergerak sideways cenderung melemah pada kisaran 6.100-6.350,” jelas analis Phintraco. 

Senada dengan hal tersebut, riset analis BRI Danareksa Sekuritas menilai keputusan BI Rate pekan ini akan menjadi penentu nilai tukar rupiah, serta arus modal asing dalam jangka pendek bagi Indonesia.

Analis BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dan cenderung konsollidatif secara teknikal, dengan area support 6.071-5.931 dan resistance di 6.300-6.350.

“Selama bertahan di atas area support, tren rebound menengah masih terjaga meskipun volatilitas diperkirakan meningkat menjelang berbagai agenda pasar pekan ini,” jelas analis BRI Danareksa. (KR)