Beberapa tanker minyak Iran terlihat sudah lewati blokade AS

Kamis, 18 Juni 2026

image

JAKARTA - Sejumlah kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Iran mulai keluar dari zona blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz menjelang dimulainya perundingan lanjutan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik yang pecah awal tahun ini.

Seperti dikutip Aljazeera, data pelacakan pelayaran yang dipublikasikan TankerTrackers menunjukkan ekspor minyak mentah Iran kembali bergerak setelah hampir dua bulan terhenti akibat konflik dan pembatasan di jalur pelayaran strategis tersebut.

TankerTrackers pada Rabu mengidentifikasi apa yang disebut sebagai ekspor minyak mentah pertama dalam dua bulan, berdasarkan data pelacakan digital yang telah diverifikasi melalui citra satelit.

Perkembangan itu terjadi dua hari sebelum Amerika Serikat dan Iran memulai negosiasi lanjutan di kawasan pegunungan Burgenstock, Swiss, pada Jumat (19/6/26).

Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas penyelesaian akhir perang yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Harapan akan tercapainya kesepakatan serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz turut menekan harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir.

Menurut TankerTrackers, dua kapal tanker milik National Iranian Tanker Company (NITC), yakni Diona dan Hero 2, yang mengangkut total 3,8 juta barel minyak mentah Iran, telah melintasi garis blokade pada Selasa.

Sementara itu, kapal tanker Stream tercatat berlayar menuju pelabuhan Iran pada Rabu (17/6/26).

Data pelacakan juga menunjukkan kapal tanker lain milik NITC yang membawa sekitar 1 juta barel minyak mentah Iran telah melewati garis blokade Angkatan Laut AS di Teluk Oman pada hari yang sama.

Dalam unggahan di platform X, TankerTrackers menyebut kapal Sonia I "keluar dari garis blokade" pada pukul 01.11 GMT.

Perundingan antara Washington dan Teheran akan dimulai setelah kedua pihak menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

Negosiasi dijadwalkan berlangsung selama 60 hari dan difokuskan pada penyelesaian program nuklir Iran serta peta jalan pencabutan sanksi internasional terhadap negara tersebut.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber yang mengetahui isi kesepakatan menyebut Amerika Serikat akan mengizinkan Iran kembali menjual minyak mentah dan bahan bakar segera setelah penandatanganan MoU.

Pelonggaran sanksi terhadap penjualan minyak disebut berlaku segera dan mencakup layanan pendukung seperti perbankan, transportasi, serta asuransi.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kesepakatan kerangka antara kedua negara telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi, serta ketua tim negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.(DH)