SSIA akan terbitkan 5% saham baru lewat private placement

Kamis, 18 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), emiten pengembang kawasan industri dan konstruksi milik keluarga Suriadjaja, akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 235,2 juta lembar saham baru melalui mekanisme private placement.

Jumlah saham baru itu setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh SSIA. Penerbitan saham dilakukan dalam rangka pelaksanaan program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), yang akan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 Juni 2026.

Manajemen SSIA mengatakan program ini adalah upaya retensi untuk mempertahankan manajemen dan karyawan dengan kinerja tinggi, sekaligus menyelaraskan visi mereka dengan kepentingan pemegang saham.

“Perseroan memandang perlu memiliki suatu program pemberian insentif sebagai bagian dari implementasi program retensi untuk mempertahankan manajemen dan karyawan yang berkinerja tinggi,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu (17/6).

Program MESOP akan dilaksanakan maksimal selama lima tahun sejak SSIA memperoleh persetujuan pemegang saham. Pembagian saham baru akan dilakukan secara bertahap mulai November 2026 hingga Juni 2031.

Harga pelaksanaan saham MESOP akan ditetapkan Direksi dengan persetujuan komite program MESOP, dengan ketentuan paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham dalam 25 hari bursa sebelum pencatatan saham hasil MESOP.

Manajemen SSIA memperkirakan pemegang saham eksisting akan mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 4,77% imbas aksi korporasi ini, apabila seluruh saham baru diserap penuh oleh peserta MESOP.

Dana yang diperoleh dari pelaksanaan program, setelah dikurangi biaya-biaya terkait, akan digunakan untuk memperkuat struktur modal dan mendukung pertumbuhan usaha grup SSIA.

Menurut data IDNFinancials.com, saat ini pemegang saham terbesar SSIA adalah PT Henan Putihrai Aset Management, dengan kepemilikan 12,08% saham. Selanjutnya PT Dwimuria Investama Andalan memiliki 10,24% saham, PT Arman Investments Utama memiliki 8,52%, dan GSI S/A Interpid Investments 7,85. (KR)