Indonesia, Temasek, Khazanah tanam modal Rp5,8 triliun di Singapura

Selasa, 09 Desember 2025

image

JAKARTA – Indonesia Investment Authority (INA), sovereign-wealth fund milik pemerintah Indonesia, bergabung dengan Temasek dan Khazanah untuk menyalurkan investasi senilai US$350 juta atau sekitar Rp5,8 triliun.

Investasi tersebut disalurkan kepada Granite Asia, entitas modal ventura hasil spin-off Granite Global Ventures (GGV Capital) yang berasal dari Amerika Serikat.

Investasi yang disebut sebagai strategi Libra Hybrid itu, menargetkan perolehan dana US$500 juta dari berbagai institusi global dan sovereign-wealth fund, termasuk dari mitra Granit Asia.

Sekitar 30% dari dana investasi INA, Temasek, dan Khazanah, telah disalurkan kepada Granite Asia.

Managing Partner Granite Asia, Ming Eng, mengatakan seluruh investasi itu akan disalurkan untuk kredit di sektor swasta.

“Kami melihat permintaan yang kuat untuk kredit di sektor swasta, terutama dari perusahaan yang tengah bertransformasi dalam mendukung pertumbuhan rantai pasokan, ekspansi pasar, maupun modernisasi teknologi mereka,” jelas Eng, dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, Granite Asia memperkirakan pasar kredit swasta di Asia berpotensi tumbuh 46% menjadi US$92 miliar hingga 2027, melampaui rata-rata pertumbuhan global.

Sebagai catatan, Granite Asia sebelumnya pernah bekerja sama dengan INA dalam investasi senilai US$1,2 miliar di sektor teknologi Indonesia. Sebagai realisasi dari rencana itu, mereka telah bekerja sama dengan Integral dari Jepang untuk mendirikan perusahaan patungan bernilai US$100 juta.

Saat ini Granite Asia telah mengelola dana senilai US$6 miliar, dengan realisasi penyaluran kredit dan investasi di 57 perusahaan, serta mendukung 33 perusahaan melantai ke bursa saham di berbagai negara. (KR)