Emas turun ke US$4.280 usai The Fed isyaratkan bunga naik akhir tahun
Kamis, 18 Juni 2026
NEW YORK - Harga Emas (XAU/USD) melemah ke kisaran $4.280 pada awal sesi perdagangan Asia, Kamis, setelah pasar merespons keputusan Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya.
Meskipun tidak mengubah kebijakan saat ini, bank sentral AS tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga masih berpeluang terjadi sebelum akhir tahun, sehingga menekan daya tarik logam mulia.
Seperti dikutip FXSTREET, dalam pertemuan yang digelar Rabu, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga federal funds di rentang 3,5%–3,75%.
Keputusan ini menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.
Usai rapat kebijakan tersebut, Warsh menegaskan komitmennya untuk mengembalikan stabilitas harga dan mengendalikan tekanan inflasi.
Sikap hawkish The Fed meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Kondisi ini cenderung membebani harga Emas, mengingat logam mulia tidak menawarkan imbal hasil sehingga menjadi kurang menarik ketika suku bunga berada pada level tinggi.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Desember kini mencapai 83,1%, meningkat signifikan dibandingkan 61% sebelum pengumuman kebijakan The Fed.
Sementara itu, perkembangan geopolitik turut memengaruhi sentimen pasar. Iran dan Amerika Serikat diperkirakan akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Jenewa pada Jumat sebagai langkah untuk mengakhiri konflik yang berlangsung.
Dalam kesepakatan tersebut, Teheran disebut akan menjamin jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintas tanpa pungutan biaya selama 60 hari.
Setelahnya, Iran akan memulai dialog dengan Oman guna membahas tata kelola dan layanan maritim di Selat Hormuz bersama negara-negara Teluk lainnya. (DK)