Jeff Bezos: AI memicu kekurangan tenaga kerja, bukan gantikan manusia

Kamis, 18 Juni 2026

image

PARIS – Kecerdasan buatan (AI) akan menyebabkan kekurangan tenaga kerja, bukan menggantikan manusia, demikian prediksi pendiri Amazon, Jeff Bezos, dalam penampilannya yang sangat optimistis di konferensi teknologi VivaTech di Paris pada Rabu.

Seperti dikutip Reuters, Bezos memaparkan visi positif mengenai bagaimana teknologi akan membantu umat manusia. 

Ia berbicara tentang berbagai proyek, termasuk perusahaan antariksanya, Blue Origin, serta startup AI barunya, Prometheus, yang bertujuan mempercepat proses manufaktur fisik.

“Saya tahu ada banyak kekhawatiran, termasuk dari banyak orang cerdas, bahwa AI akan membuat manusia menjadi tidak lagi dibutuhkan dan sebagainya,” kata Bezos. 

“Saya sama sekali tidak setuju dengan pandangan tersebut. Justru saya berpikir AI akan menciptakan kekurangan tenaga kerja.”

Sebuah survei Reuters/Ipsos bulan ini menemukan bahwa setengah dari warga Amerika Serikat khawatir kemajuan AI dapat membuat mereka atau anggota keluarga mereka kehilangan pekerjaan.

Bezos, orang terkaya keempat di dunia dengan kekayaan sekitar US$250 miliar, berargumen bahwa manusia memiliki hal-hal yang “tak ada habisnya” untuk dikerjakan. 

Menurutnya, saat ini produktivitas manusia masih dibatasi oleh berbagai hambatan yang nantinya dapat dikurangi oleh AI.

Salah satu tujuan eksplorasi luar angkasa adalah memindahkan industri yang mencemari lingkungan dari Bumi, ujar Bezos. 

Melalui Blue Origin, ia berupaya bersaing dengan perusahaan roket milik miliarder Elon Musk, yakni SpaceX.

“Jika perjalanan antariksa menjadi cukup andal dan cukup murah, serta kita dapat memperoleh material dari asteroid, objek dekat Bumi, dan Bulan, maka planet taman ini dapat dikembalikan ke kondisi sebelum Revolusi Industri,” kata Bezos.

Turut hadir bersama Bezos adalah CEO Blue Origin, David Limp. 

Ia mengatakan bahwa rekonstruksi landasan peluncuran roket New Glenn di Florida telah dimulai setelah ledakan besar yang terjadi pada Mei lalu.

Musk juga menyampaikan visi ambisius mengenai masa depan antariksa menjelang IPO SpaceX pekan lalu, termasuk rencana membangun kota di Bulan dan Mars. 

Dalam wawancara dengan CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, pekan lalu, Musk bahkan membahas kemungkinan menempatkan pusat data AI di luar angkasa serta liburan di Bulan. (DK)