Alfamart rampingkan struktur anak usaha di Filipina dan Bangladesh

Kamis, 18 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melakukan serangkaian transaksi afiliasi untuk mengintegrasikan aset usaha Alfamart Retail Asia Pte Ltd (ARA), serta memperkuat struktur modalnya dengan investor strategis Glory Worldwide Investments Pte Ltd (GWI).

ARA merupakan anak usaha AMRT yang mengelola investasi bisnis Alfamart di luar negeri, termasuk Filipina – melalui Alfamart Trading Philippines Inc (ATP) – dan Bangladesh, melalui Alfamart Trading Bangladesh Ltd (ATB).

Berdasarkan keterangan resmi, Rabu (17/6), ARA akan menerbitkan 49,75 juta lembar saham baru untuk GWI. “Total nilai pengambilan bagian adalah sebesar US$40,63 juta, atau setara dengan Rp730,14 miliar,” jelas manajemen.

Sebagai catatan, AMRT awalnya merupakan pemilik langsung 100% saham ARA. Namun, melalui transaksi ini, GWI akan mencaplok 51% saham ARA, sedangkan Perseroan masih akan menggenggam 49% sisanya.

“Struktur kepemilikan yang lebih terbuka ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ARA dalam mengakses dukungan strategis dan pendanaan guna memperkuat pengembangan jejak bisnis ARA secara global,” tulis manajemen.

GWI sendiri merupakan pihak afiliasi AMRT, karena terdapat kesamaan pengurus, yaitu Budiyanto Djoko Susanto yang merangkap Direktur AMRT dan GWI.

Dalam rangka perampingan struktur portofolio bisnis internasional AMRT, dana dari peningkatan modal ARA akan digunakan untuk membeli 10% saham ATP serta 70% saham ATB tersebut dari GWI.

Total pembelian 10% saham ATP dari GWI adalah sebesar US$10,53 juta atau Rp189,22 miliar, sedangkan pembelian 70% saham ATB bernilai total US$1,80 juta atau Rp32,13 miliar.

Dengan demikian, ARA kini memiliki total 45% saham ATP, sementara sisanya dimiliki SM Retail Inc. 50%, dan Robert Kwee 5%.

Selain itu, ARA juga mencaplok 70% saham ATB dari GWI, sementara sisanya dimiliki perusahaan ritel lokal Kazi Retail Limited sebesar 30%.

“Perseroan secara tidak langsung mengintegrasikan unit-unit bisnis yang memiliki keterkaitan operasional (alignment) ke dalam satu grup di bawah ARA. Hal ini akan menciptakan efisiensi manajemen dan koordinasi yang lebih baik dalam menjalankan bisnis di pasar global,” imbuh manajemen lebih detail.

Tiga transaksi ini juga bagian dari roadmap Perseroan untuk memperkuat peran ARA sebagai lini bisnis utama yang pantas bersaing dan bertumbuh di pasar internasional melalui realisasi proyek-proyek strategis di pasar global.

“Diharapkan dapat tercipta struktur bisnis yang lebih kuat dan mandiri pada ARA, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan kegiatan usaha utama di Indonesia dan tetap memperoleh kontribusi strategis dari pertumbuhan bisnis di pasar global,” tegas manajemen AMRT.

Hingga akhir 2025, AMRT mencatat total aset Rp42,58 triliun, sementara ARA sendiri memiliki total aset sebelum eliminasi Rp350,85 miliar. (ZH)