China Resources New Energy bidik dana US$3,6 miliar dari IPO
Kamis, 18 Juni 2026
JAKARTA - China Resources New Energy menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar 10,11 yuan per saham dalam aksi korporasi yang berpotensi menghimpun dana hingga 24,5 miliar yuan atau sekitar US$3,6 miliar.
Seperti dikutip Reuters, berdasarkan dokumen yang dirilis perusahaan pada Kamis (18/6), unit energi terbarukan milik China Resources Power tersebut akan menggalang dana sekitar 21,3 miliar yuan dari penawaran dasar. Nilai penghimpunan dana dapat meningkat menjadi 24,5 miliar yuan apabila opsi penjatahan lebih atau greenshoe dieksekusi sepenuhnya.
Dengan nilai tersebut, IPO China Resources New Energy diproyeksikan menjadi yang terbesar dalam sejarah Bursa Shenzhen. Rekor sebelumnya dipegang oleh Yihai Kerry Arawana yang menghimpun dana 13,9 miliar yuan pada 2020.
Aksi korporasi ini juga berpotensi menjadi IPO domestik terbesar di China sejak Beijing-Shanghai High-Speed Railway meraup 30,7 miliar yuan dalam pencatatan saham di Bursa Shanghai pada 2009.
China Resources New Energy merupakan pengembang dan operator pembangkit listrik tenaga angin serta tenaga surya di berbagai wilayah China. Dalam IPO ini, perusahaan menawarkan sekitar 2,11 miliar saham sebelum pelaksanaan opsi greenshoe.
Apabila opsi tersebut digunakan sepenuhnya, jumlah saham yang dilepas akan bertambah sekitar 316,1 juta saham sehingga total saham yang ditawarkan mencapai sekitar 2,42 miliar saham.
Dokumen perusahaan menunjukkan proses penentuan harga menarik minat investor yang tinggi. Sebanyak 616 investor pada porsi penawaran offline, yang terdiri dari institusi dan individu dengan total 10.218 akun, mengikuti tahap konsultasi harga awal.
Setelah mengeluarkan penawaran yang tidak memenuhi syarat dan harga yang terlalu tinggi, sebanyak 461 investor yang mengelola 9.492 akun menyampaikan penawaran yang dinyatakan valid.
Investor strategis akan menyerap sekitar 1,05 miliar saham atau setara 50% dari porsi penawaran dasar.
Sejumlah investor utama yang berpartisipasi antara lain China Chengtong Holdings Group, Shenzhen Gas, Shaanxi Investment Group, China Life Insurance, New China Life Insurance, Taikang Life Insurance, serta National Social Security Fund.
Masa penawaran saham dijadwalkan dimulai pada 22 Juni 2026. Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendanai pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya.
China Resources New Energy pada dasarnya merupakan perusahaan yang dikendalikan negara.
Perusahaan ini bergerak di bidang energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Sebelum melantai di Bursa Shenzhen melalui penawaran umum perdana (IPO), seluruh saham China Resources New Energy dimiliki oleh China Resources Power.
China Resources Power sendiri merupakan anak perusahaan dari China Resources Holdings, yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) pusat atau central state-owned enterprise (SOE).
China Resources Holdings berada di bawah pengawasan langsung State-owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC), lembaga pemerintah Tiongkok yang mengawasi dan mengelola aset perusahaan-perusahaan milik negara. (DH)