Dolar AS bertahan di puncak, yen Jepang kian dekati zona intervens

Kamis, 18 Juni 2026

image

HONG KONG - Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi lebih dari dua bulan pada Kamis, seiring pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini, yang memberi tekanan baru pada yen Jepang hingga mendekati wilayah yang memicu intervensi.

Seperti dikutip Reuters, Bank sentral AS mempertahankan suku bunga di kisaran US$3,50–US$3,75 saat ketua baru Kevin Warsh membuka era kebijakan baru dengan tinjauan besar-besaran.

Namun, hampir setengah pembuat kebijakan kini memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga tahun ini di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi.

Pasar berjangka Fed funds kini memperkirakan peluang 83% bahwa The Fed akan memperketat kebijakan pada Desember, menurut CME FedWatch, sementara data penjualan ritel yang kuat semakin memperkuat ekspektasi kebijakan yang hawkish (cenderung menaikkan suku bunga).

Ketidakpastian baru di kawasan Teluk terus menekan selera risiko setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia dapat melanjutkan serangan jika Iran melanggar perjanjian gencatan senjata, sehingga menjaga harga minyak tetap tinggi dan menopang dolar.

Pemimpin Iran tidak menanggapi ancaman baru tersebut.

Euro terakhir diperdagangkan sedikit menguat di US$1,1511, sementara pound sterling naik ke US$1,3318, setelah sebelumnya menyentuh level terendah dua bulan.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko dan dolar Selandia Baru masing-masing naik sekitar 0,2% menjadi US$0,7025 dan US$0,5780.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, relatif tidak berubah di 100,31. Indeks ini sempat melonjak 0,85% ke level terkuat sejak 31 Maret pada sesi sebelumnya, kenaikan harian terbesar sejak 2 Maret.

“Dolar sedang naik dengan kenaikan yang cukup besar... ini akan membutuhkan waktu untuk mereda,” kata ahli strategi pasar senior NAB, Gavin Friend, dalam sebuah podcast. “Sepertinya kita bisa memasuki wilayah baru untuk dolar.”

Yen Jepang melemah hingga 160,760 setelah sebelumnya menyentuh level terlemah sejak 2024 pada perdagangan semalam, tetap berada di sekitar level 160 yang secara luas dianggap sebagai batas psikologis yang dapat memicu intervensi resmi. (DK)