BI Rate naik 100 bps, dana asing Rp60 triliun masuk RI

Kamis, 18 Juni 2026

image

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing sebesar Rp60,2 triliun masuk atau inflow ke pasar keuangan domestik hingga 17 Juni 2026, menyusul kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) dalam sebulan terakhir.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan inflow asing terdiri atas Rp4,9 triliun ke Surat Berharga Negara (SBN), serta Rp55,3 triliun ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Masuknya aliran modal asing itu, kata Destry, seiring pengetatan kebijakan moneter yang ditempuh BI dalam satu bulan terakhir, lewat kenaikan suku bunga acuan dari 4,75% menjadi 5,75%. Secara bersamaan, BI juga meningkatkan imbal hasil bagi instrumen SBN dan SRBI.

“Rate SRBI juga meningkat, di mana posisi tenor 12 bulan sekarang sekitar 7,5%. Yield SBN sempat menyentuh di atas 7%, meskipun hari ini kembali ke 7,02%. Dampaknya memang tujuan kami mendatangkan inflow valas,” ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, pada Kamis (18/6).

Destry menambahkan, adanya tambahan pasokan valuta asing dari inflow tersebut turut menjelaskan penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir.

“Dengan inflow yang masuk ini akan memasok tambahan valas di market kita, dan itu menjawab kenapa rupiah kita beberapa hari ini ada penguatan termasuk hari ini,” katanya.

Bank sentral, lanjut Destry, akan terus mempertahankan berbagai kebijakan untuk mendorong masuknya modal asing. Namun BI akan tetap memperketat pengawasan transaksi pembelian dolar AS oleh perbankan, yang kini wajib menggunakan underlying untuk pembelian di atas US$10.000.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 17-18 Juni 2026. Sebelumnya BI telah menaikkan suku bunga sebanyak 50 bps pada RDG 20 Mei 2026, serta 25 bps pada 9 Juni 2026 di luar RDG bulanan. (KR)