Pasokan terbatas, KKR investasi US$1,4 miliar bisnis leasing pesawat
Kamis, 18 Juni 2026
JAKARTA - Perusahaan private equity KKR pada hari Rabu mengumumkan investasi baru senilai US$1,4 miliar dalam bisnis penyewaan pesawat (aircraft leasing) bersama mitranya Altavair, di tengah terus terbatasnya pasokan pesawat dari Airbus dan Boeing yang membuat ketersediaan pesawat tetap ketat.
Perusahaan leasing dan firma private equity semakin berperan besar dalam pembiayaan pembelian pesawat, karena maskapai penerbangan menghadapi biaya yang meningkat dan permintaan perjalanan yang mulai pulih, sementara pasokan pesawat masih terbatas.
Seperti dikutip Reuters, saat ini, maskapai global menyewa (leasing) sekitar setengah dari total armada dunia.
KKR sendiri telah menginvestasikan lebih dari US$12 miliar di sektor penerbangan sejak 2015.
Altavair berfokus pada akuisisi pesawat komersial baru maupun bekas, lalu menyewakannya kepada maskapai penumpang dan kargo di seluruh dunia.
Sebagian besar modal yang disiapkan masih belum dialokasikan dan akan digunakan dalam empat tahun ke depan, menurut seseorang yang mengetahui transaksi tersebut.
KKR berencana mendapatkan pesawat langsung dari maskapai yang ingin mendapatkan likuiditas (uang tunai), serta dari produsen seperti Airbus dan Boeing, maupun melalui transaksi di pasar sekunder.
Skema ini biasanya melibatkan pembelian pesawat lalu menyewakannya kembali kepada maskapai melalui kontrak jangka panjang.
Hal ini memungkinkan maskapai memperoleh dana segar sambil tetap mengoperasikan armadanya.
Fokus perusahaan adalah pada kontrak sewa jangka panjang dengan maskapai mapan dan operator kargo, bukan pada situasi perusahaan yang sedang bermasalah atau bangkrut, seperti kasus Spirit Airlines yang menghentikan operasinya pada Mei setelah gagal mendapatkan dukungan bailout pemerintah, kata sumber tersebut.
Sejak 2018, KKR dan Altavair telah mengakuisisi 188 pesawat dan aset mesin (engine), lalu menyewakannya kepada 67 pelanggan maskapai dan kargo di seluruh dunia.
Fluktuasi harga bahan bakar dan ketegangan geopolitik memiliki dampak jangka pendek yang terbatas pada investasi ini, karena kontrak sewa biasanya berjalan 5 hingga 10 tahun dan menghasilkan arus kas yang stabil dan dapat diprediksi.
KKR sebelumnya juga pernah terlibat dalam transaksi armada, termasuk kesepakatan tahun 2020 dengan Etihad Airways, di mana mereka membeli pesawat Boeing 777 dan Airbus A330 lalu menyewakannya kembali kepada maskapai tersebut sebagai bagian dari strategi transisi armada. (DK)