Tiongkok gandeng 26 lembaga keuangan untuk perluas yuan digital

Selasa, 18 Agustus 2026

image

SHANGHAI - Pusat operasional yuan digital Tiongkok telah menandatangani perjanjian dengan 26 lembaga keuangan di Shanghai untuk memperluas penggunaan mata uang digital dalam transaksi lintas negara.

Dikutip dari The Business Times, kerja sama tersebut diumumkan pada Selasa (16/6) dan bertujuan mendorong sistem pembayaran lintas negara yang lebih efisien, berbiaya rendah, serta memperluas penggunaan yuan secara global.

Pusat operasional internasional yuan digital tersebut dibentuk dan dikelola oleh Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBOC).

Melalui perjanjian tersebut, para peserta akan bergabung dalam Cross-border e-CNY Transfer Services (Cbets), platform penyelesaian transaksi lintas negara yang mendukung konektivitas pembayaran digital selama 24 jam dengan bank sentral dan lembaga keuangan asing.

Chief Executive Officer Standard Chartered Bank China, Jean Lu, mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi keuangan (fintech) tengah mengubah lanskap pembayaran lintas negara.

Menurutnya, sistem pembayaran yang lebih efisien, mudah digunakan, dan sesuai dengan regulasi akan membantu meningkatkan penggunaan yuan di pasar internasional.

Standard Chartered Bank China menyatakan menjadi salah satu bank asing pertama yang menandatangani perjanjian dan bergabung dengan platform Cbets.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari PBOC untuk mempercepat penggunaan yuan digital baik di dalam maupun di luar negeri.

Sejumlah sumber industri sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Beijing tengah mendorong pemanfaatan yuan digital secara lebih agresif, yang berpotensi menciptakan jalur alternatif terhadap sistem pembayaran internasional yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat.

Pada Maret lalu, Tiongkok juga dilaporkan memberikan izin kepada belasan bank tambahan untuk memproses transaksi yuan digital guna mempercepat adopsi mata uang digital tersebut. (ARF)