BSDE kembali tahan laba, pemegang saham puasa dividen 9 tahun

Jumat, 19 Juni 2026

image

JAKARTA - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025 untuk memperkuat modal kerja serta mendukung pengembangan usaha.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (17/6).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih 2025 sebesar Rp2,55 triliun dengan alokasi dana cadangan Rp2 miliar. Sementara itu, sebesar Rp2,54 triliun dicatat sebagai laba ditahan.

Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengatakan perseroan memilih memperkuat struktur permodalan untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.

“Kami terus melihat berbagai peluang pertumbuhan yang menjanjikan di sektor properti nasional," tulis Hermawan dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (18/6)

Oleh karena itu, lanjutnya, perseroan  memandang bahwa penguatan struktur permodalan melalui pencatatan sebagian besar laba bersih sebagai laba ditahan merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan BSDE dalam menangkap peluang usaha yang dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham. 

Memasuki 2026, BSDE menargetkan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp10 triliun. BSDE tetap menjadikan segmen residensial sebagai motor utama pertumbuhan, didukung portofolio usaha yang terdiversifikasi, pendapatan berulang yang kuat, serta kondisi keuangan yang sehat.

Dari total target tersebut, segmen residensial ditargetkan menyumbang Rp5 triliun atau 50% dari total prapenjualan. Segmen komersial ditargetkan berkontribusi Rp3,5 triliun atau 35%, sedangkan segmen lainnya sebesar Rp1,5 triliun atau 15%.

“Didukung oleh posisi keuangan yang solid, portofolio aset yang berkualitas, serta land bank yang strategis, kami berada dalam posisi yang baik untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan. Kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan adaptif guna memanfaatkan peluang yang muncul sekaligus memberikan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Hermawan.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, BSDE telah absen membagikan dividen selama hampir satu dekade.

BSDE terakhir membagikan dividen sebesar Rp5 per saham dengan tanggal cum dividen pada 9 Juni 2017. Nilai tersebut sama dengan dividen yang dibagikan dari laba tahun buku 2015.

Sebelumnya, perseroan membagikan dividen yang lebih tinggi dari laba tahun buku 2012 hingga 2014, yakni masing-masing sebesar Rp15 per saham. Adapun dividen dari laba tahun buku 2011 tercatat Rp10 per saham, sedangkan tahun buku 2010 sebesar Rp6 per saham.(DH)