IHSG turun 0,78% usai BI Rate naik, rupiah menguat
Kamis, 18 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,78% atau 48,40 poin ke 6.172,34 pada perdagangan Kamis (18/6), setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan keputusan terkait suku bunga acuan.
Nilai total transaksi di pasar saham mencapai Rp17,97 triliun, yang melibatkan perdagangan 25,7 miliar lembar saham.
Sebanyak 424 saham mencatat penurunan harga, sementara 257 saham menguat dan 133 saham stagnan.
Enam dari sebelas indeks sektoral ditutup melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor infrastruktur 1,96% dan keuangan 1,32%. Sedangkan lima sektor lainnya menguat, dengan kenaikan tertinggi pada sektor barang baku yang mencapai 2,49%.
Tiga saham yang mencatat nilai transaksi tertinggi yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp1,52 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp1,43 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp1,06 triliun.
Harga saham TPIA pun melesat 6,27% ke level Rp2.120 per lembar, mendorong kenaikan indeks sektor barang baku. Sedangkan harga saham BBCA dan BBRI masing-masing turun lebih dari 3% seiring pelemahan sektor keuangan.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG terjadi akibat sikap investor yang cenderung hati-hati, menjelang rebalancing indeks FTSE dan pengumuman MSCI yang dijadwalkan pada Jumat (19/6).
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan cenderung konsolidasi pada perdagangan berikutnya dengan kisaran support 6.100 dan resistance 6.250.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, mayoritas indeks saham menguat. KOSPI Korea Selatan memimpin dengan kenaikan 2,25%, disusul TWSE Taiwan 1,28%, dan PCOMP Filipina 0,64% menurut data Bloomberg.
Sedangkan IHSG melemah bersama SET Thailand yang turun 0,15% dan Hang Seng 1,59%.
Dari pasar valuta asing, mayoritas mata uang negara emerging market Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Won Korea turun paling dalam dengan pelemahan 1,40% dan ringgit Malaysia 1,29%.
Rupiah sebelumnya sempat dibuka melemah 0,59% ke Rp17.867/US$ pada awal perdagangan, namun berangsur pulih dan hanya mencatat pelemahan 0,18% setelah bertahan di level Rp17.794/US$. (KR)