Simpanan valas Tiongkok sentuh level tertinggi sepanjang masa

Kamis, 18 Juni 2026

image

BEIJING - Simpanan valuta asing (valas) di Tiongkok meningkat selama 10 bulan berturut-turut hingga mencapai rekor tertinggi pada Mei 2026, meski yuan terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Dikutip dari The Standard, data Bank Sentral Tiongkok (People's Bank of China/PBOC) menunjukkan saldo simpanan valas mencapai US$1,16 triliun pada akhir Me 2026. Angka tersebut naik sekitar 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama periode Januari hingga Mei 2026, simpanan valas di Tiongkok bertambah sebesar US$103,2 miliar.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan simpanan valas milik perusahaan nonkeuangan. Berdasarkan data neraca PBOC yang dirilis pada Selasa malam (16/6), simpanan valas jenis giro milik perusahaan nonkeuangan bertambah US$17,1 miliar pada Mei 2026.

Sementara itu, simpanan valas yang dimiliki rumah tangga juga meningkat selama empat bulan berturut-turut menjadi US$166,2 miliar.

Di sisi lain, regulator devisa Tiongkok mencatat bank-bank komersial di negara tersebut melakukan pembelian bersih valuta asing sebesar US$35,8 miliar pada Mei.

 Sejumlah bank di Tiongkok dilaporkan menaikkan suku bunga simpanan dolar AS dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah pelaku pasar menilai langkah tersebut bertujuan menahan laju penguatan yuan terhadap dolar AS.

Penguatan yuan terhadap dolar AS telah mencapai sekitar 3,5% sejak awal tahun, salah satu yang tertinggi di kelompok mata uang negara berkembang.

Kuatnya ekspor dan terus meningkatnya surplus perdagangan juga menjadi faktor yang menopang pertumbuhan simpanan valas di Tiongkok.

Data kepabeanan menunjukkan Tiongkok membukukan surplus perdagangan sebesar US$105,43 miliar pada Mei, yang turut meningkatkan aliran mata uang asing, terutama dolar AS, ke dalam sistem keuangan domestik. (ARF)