Israel lanjutkan serangan ke Lebanon meski AS-Iran capai kesepakatan

Jumat, 19 Juni 2026

image

ISLAMABAD - Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara serta membuka kembali Selat Hormuz.

Dikutip dari Al Jazeera, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani kesepakatan tersebut secara elektronik dengan Pakistan bertindak sebagai mediator.

Pemerintah Pakistan menyatakan MoU Islamabad telah mulai berlaku. Sejumlah pejabat Amerika Serikat mengatakan kesepakatan itu mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan maupun membeli senjata nuklir, penghentian konflik di berbagai front, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, turut menandatangani kesepakatan tersebut sebagai mediator setelah Trump dan Pezeshkian mencapai persetujuan akhir.

Islamabad menyatakan kesepakatan tersebut mulai berlaku setelah seluruh pihak menyelesaikan proses penandatanganan.

Mantan Presiden Iran,Hassan Rouhani, menyambut baik penandatanganan MoU tersebut.

Dalam pernyataannya di platform X, Rouhani mengatakan kesepakatan itu menjadi sumber kebanggaan bagi rakyat Iran dan menyerukan agar capaian awal tersebut dapat terus.

Ia juga menilai negara-negara tetangga Iran dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya stabilitas kawasan dan peluang pembangunan bersama yang muncul dari kesepakatan tersebut.

Rouhani yang menjabat sebagai presiden Iran pada 2013-2021 dan dikenal sebagai sosok yang mengawasi tercapainya kesepakatan nuklir Iran dengan Amerika Serikat pada 2015.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengunggah dokumen yang telah ditandatangani melalui akun resminya di X dan menyebutnya sebagai "dokumen bersejarah".

"Perdamaian akan dicapai melalui saling menghormati," tulis Pezeshkian.

Pezeshkian menegaskan Iran tetap mengedepankan perdamaian, namun tidak akan mengorbankan kedaulatan dan independensi negara.

Meski kesepakatan telah diteken, Israel dilaporkan masih melanjutkan operasi militernya di Lebanon selatan.

Otoritas Lebanon menyebut satu orang tewas dalam serangan terbaru yang dilakukan Israel.

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyambut kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai "kemenangan besar".

Ia juga mengatakan negosiasi antara Lebanon dan Israel seharusnya hanya berfokus pada isu keamanan bersama dan tidak mencakup pelucutan senjata Hizbullah.

Data dari platform pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan sebuah kapal tanker LNG berbendera Prancis telah melintasi Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk.

Kapal bernama Mraikh itu sebelumnya memuat LNG di Ras Laffan, Qatar, dan berlayar menuju Port Qasim di Pakistan.

Trump sebelumnya mengatakan Selat Hormuz akan kembali beroperasi penuh pada Jumat (19/6). (ARF)