Michael Saylor: Investasi besar-besaran di AI tekan permintaan bitcoin

Jumat, 19 Juni 2026

image

 NEW YORK - Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, menilai gelombang investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengalihkan sebagian modal dari bitcoin.

Dikutip dari Yahoo Finance, Saylor menyebut fenomena tersebut sebagai "AI summer", yakni periode ketika investor lebih tertarik menempatkan dana pada perusahaan-perusahaan AI dibandingkan aset kripto.

Dalam wawancara dengan Natalie Brunell, Saylor mengatakan tren tersebut bersifat sementara dan memperkirakan arus modal akan kembali ke bitcoin menjelang akhir tahun.

Menurutnya, sejumlah perusahaan teknologi seperti OpenAI, Anthropic, Google, Meta, dan SpaceX tengah menggalang dana dalam jumlah besar sehingga menyerap perhatian dan modal investor.

Saylor mengatakan transaksi-transaksi besar tersebut menyedot dana dari berbagai kelas aset, termasuk bitcoin.

Ia memperkirakan siklus tersebut dapat berlangsung selama 12 hingga 24 pekan. Setelah transaksi selesai dan periode penguncian saham berakhir, investor akan mulai merealisasikan keuntungan. Setelah itu, sebagian dana diperkirakan akan kembali mengalir ke bitcoin.

"Menjelang akhir tahun, kita seharusnya mulai melihat pembalikan tren," ujar Saylor.

Meski harga bitcoin mengalami tekanan, Saylor menyebut 2026 sebagai tahun yang paling menarik dalam sejarah aset kripto tersebut.

Ia menyoroti perkembangan produk kredit dan imbal hasil yang didukung bitcoin sebagai faktor yang berpotensi mendorong pertumbuhan pasar ke depan.

Menurut Saylor, kenaikan valuasi bitcoin pada masa mendatang akan sangat bergantung pada masuknya modal baru dari pasar kredit, baik melalui instrumen yang diterbitkan perusahaan maupun lembaga keuangan besar.

Ia menilai partisipasi bank-bank besar seperti JPMorgan, Morgan Stanley, dan Citigroup akan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan bitcoin dalam jangka panjang.

"Jika bank-bank tersebut tidak terlibat, bitcoin berisiko dapat mengalami stagnasi," katanya.

Saylor juga mengatakan target kenaikan harga bitcoin hingga mencapai US$20 juta per koin hanya dapat tercapai apabila aliran modal dari pasar kredit terus berlanjut.

Pandangan serupa sebelumnya juga disampaikan Chief Executive Officer Galaxy Digital, Mike Novogratz. Ia menilai perhatian investor ritel maupun institusi saat ini lebih banyak tertuju pada sektor AI, pusat data, dan komoditas dibandingkan dengan aset kripto.

Meski demikian, Saylor menilai pergeseran minat ke sektor AI hanya bersifat sementara dan tidak mengubah prospek jangka panjang bitcoin. (ARF)