Trump puji Xi Jinping dan Putin tidak terlibat perang Iran

Jumat, 19 Juni 2026

image

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin karena memilih tidak terlibat dalam perang Iran.

Menurut Trump, sikap kedua pemimpin tersebut membantu upayanya menekan ambisi nuklir Teheran dan mempercepat tercapainya gencatan senjata.

Seperti dikutip Reuters, pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers usai pertemuan Kelompok Tujuh (G7) di Evian-les-Bains, Prancis, Rabu (17/6), setelah kesepakatan gencatan senjata dalam konflik Iran disepakati.

"Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka telah membuat semuanya jauh lebih baik," kata Trump.

Trump secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Xi dan Putin yang dinilainya tidak mengambil langkah yang dapat memperkeruh situasi.

"Saya ingin berterima kasih kepada China, Presiden Xi. Saya bersamanya, dan dia tetap netral, benar-benar netral, dan saya menghargainya," ujar Trump. "Dan saya ingin berterima kasih kepada Vladimir Putin, dia sangat netral. Mereka bisa saja mempersulit kami."

Pernyataan tersebut berbeda dengan sikap Trump terhadap sejumlah sekutu Amerika Serikat, mulai dari Jepang hingga negara-negara Eropa.

Trump sebelumnya mengkritik mereka karena tidak memberikan dukungan dalam operasi militer maupun upaya membuka kembali Selat Hormuz yang sempat diblokade Iran.

Meski memiliki hubungan dekat dengan Teheran, Moskow dan Beijing tidak mengambil langkah yang berpotensi memperluas konflik.

Rusia sebelumnya memperingatkan perang tersebut dapat memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah. Sementara, China mengecam serangan Washington terhadap Iran sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut.

Di saat yang sama, pejabat intelijen AS menilai Beijing tetap memasok sejumlah barang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer Iran. Kilang-kilang independen China juga tercatat menjadi pembeli utama minyak Iran selama konflik berlangsung, meski menghadapi sanksi AS.

Namun, di Evian Trump menilai Xi berperan positif dalam meredakan ketegangan dan tidak mengirim bantuan militer yang dapat mengubah jalannya konflik.

"Mereka bisa saja mengirimkan kapal tanker minyak dengan enam kapal perusak di sampingnya, di setiap sisi. Mereka tidak melakukan itu. Presiden Xi membantu saya. Dia mencoba membantu, dan saya pikir dia mungkin membantu menyelesaikan masalah ini," kata Trump.

Kedutaan Besar China di Washington menyatakan posisi Beijing tetap konsisten dan terus mendorong penghentian pertempuran serta terciptanya perdamaian. Adapun Kedutaan Besar Rusia di Washington belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait pernyataan Trump.(DH)