INPP angkat mantan Dubes RI untuk Belgia jadi presiden direktur

Kamis, 18 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), emiten properti pengelola Antasari Place, mengangkat presiden direktur barunya pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6).

RUPST menyetujui pengangkatan Andri Hadi sebagai Presiden Direktur INPP yang baru, menggantikan Anthony Prabowo Susilo, yang kemudian akan menjabat sebagai Presiden Komisaris INPP.

Sebagai catatan, Andri Hadi adalah sosok yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di ranah Kementerian Luar Negeri, dengan mengemban tugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa pada tahun 2020-2025.

Sebelumnya, pria berusia 60 tahun ini juga pernah menjabat sebagai Dubes RI untuk Singapura pada 2012-2016, serta Direktur Jenderal Protokol & Konsuler serta Kepala Protokol Indonesia pada periode 2016-2020.

Kini, Andri juga menjabat sebagai Gubernur dari Indonesia untuk Asia-Europe Foundation (ASEF) sejak Januari 2026, Komisaris Eurokars Group Indonesia sejak April 2026, dan Direktur Utama PT Mitra Gemilang Mahacipta sejak Mei 2026.

Selain Andri Hadi, INPP juga kedatangan beberapa anggota dewan direksi dan komisaris baru, seperti Diana Solaiman sebagai Direktur, Surja Hartono sebagai Komisaris, Ir. Andi Siswaka Faisal sebagai Komisaris, serta Tiffany Mediana sebagai Komisaris Independen.

“Dengan kombinasi pengalaman manajemen yang solid dan portofolio aset yang terus berkembang, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir,” ujar Andri Hadi dalam siaran pers yang diterima IDNFinancials.com, Kamis (18/6).

Menurut Perseroan, pergantian anggota dewan direksi dan komisaris menjadi langkah strategis mengiringi fase pertumbuhannya ke depan.

Sesuai jadwal yang dirancang Perseroan awal tahun, INPP mulai resmi mengoperasikan 23 Semarang Shopping Center pada 13 Juni 2026 lalu dengan lebih dari 50 tenant UMKM dan jenama lokal.

Portofolio pusat perbelanjaan yang baru ini diproyeksikan akan membantu mendorong INPP mencapai target pendapatan berulang (recurring income) sebesar 76% dari total pendapatan tahun 2026.

Hingga akhir kuartal I 2026, INPP mencatatkan pendapatan tumbuh 14% secara tahunan menjadi Rp327 miliar, ditopang segmen komersial dan hospitality, sedangkan penjualan properti hanya berkontribusi 10% dari pendapatan pada periode tersebut.

Hal ini berarti recurring income dari segmen komersial dan hospitality pada tiga bulan pertama 2026 setara 90% dari total pendapatan INPP per Maret.

INPP pun berhasil membalik kerugian pada kuartal I 2025 menjadi laba bersih Rp6,1 miliar pada akhir Maret 2026, dengan EBITDA yang tumbuh 20% menjadi Rp101 miliar.

Selanjutnya, INPP akan mulai melangsungkan pembangunan struktur proyek pengembangan mixed-use CBD zone di Kalimantan, yaitu Plaza 88 Balikpapan, di kuartal III tahun ini. (ZH)