Dividen Blue Bird naik 38,3% jadi Rp166 per lembar, yield sentuh 10%
Jumat, 19 Juni 2026
JAKARTA – Emiten taksi PT Blue Bird Tbk (BIRD) akan membagikan dividen senilai Rp166 per lembar untuk tahun buku 2026, atau total sekitar Rp415,2 miliar pada Juli mendatang, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Kamis (18/6).
“RUPST Bluebird menyetujui pembagian dividen sebesar 65,3% dari laba bersih Perseroan tahun buku 2026,” jelas manajemen dalam siaran resmi yang diterima IDNFinancials, Kamis (18/6).
Sementara itu, sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan.
Dividen tahun buku 2025 akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (recording date) tanggal 30 Juni 2026, dengan pembayaran pada 10 Juli 2026.
Mengacu pada harga penutupan BIRD pada Kamis (18/6) di level Rp1.660, maka imbal hasil dividen atau dividend yield Perseroan diindikasikan menyentuh 10%.
Berdasarkan data IDNFinancials, yield tersebut merupakan dividend yield tertinggi Perseroan, setidaknya dalam 6 tahun buku terakhir. Namun, sebagai catatan, harga saham BIRD memang telah merosot 12,17% dalam setahun terakhir.
Menurut manajemen, dividen ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang saham, sekaligus menunjukkan komitmen untuk menjaga kebutuhan investasi dan penguatan struktur permodalan Perseroan.
Pasalnya, alokasi ini lebih tinggi 38,3% dibandingkan tahun buku 2024, yaitu ketika Perseroan membagikan dividen sebesar Rp120 per lembar atau total Rp300,3 miliar – yang setara dengan 51,3% laba bersih BIRD pada periode tersebut.
Kenaikan ini sejalan dengan kinerja keuangan BIRD yang menguat pada tahun 2025, dengan pendapatan tumbuh 13,2% secara tahunan, dan laba bersih naik 8,6% menjadi Rp635,8 miliar.
“Pencapaian tahun 2025 menjadi bukti konsistensi Bluebird dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pelanggan,” tulis Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono.
Sepanjang 2025, BIRD telah menambah wilayah operasional armada taksi Bluebird di Solo, peluncuran layanan airport shuttle di Kalimantan Timur, serta berkolaborasi dalam penyediaan layanan transportasi publik sektor bus di Jakarta.
Kini, Perseroan mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, dan kehadiran layanan di 22 kota di Indonesia.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan,” pungkas Adrianto.
Selain alokasi dividen, RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali beberapa anggota dewan direksi dan komisaris, yaitu:
(ZH)