Perang Iran dorong Aramco perluas penyimpanan minyak global

Jumat, 19 Juni 2026

image

JAKARTA - Raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, mempertimbangkan perluasan kapasitas penyimpanan minyak di berbagai negara setelah perang Iran mengganggu pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz.

Ketua Aramco Yasir Al-Rumayyan mengatakan perusahaan tengah mengevaluasi penambahan fasilitas penyimpanan sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan rantai pasok energi global.

"Aramco memiliki fasilitas penyimpanan di seluruh dunia, terutama di Asia, di Korea dan Jepang, dan kami sedang mempertimbangkan dengan serius untuk memiliki fasilitas  penyimpanan yang lebih besar di seluruh dunia," kata Rumayyan dalam FII PRIORITY Europe Summit di Roma, Kamis, seperti dikutip Reuters.

Selain menjabat sebagai Ketua Aramco, Rumayyan juga merupakan Gubernur Public Investment Fund (PIF), dana kekayaan negara Arab Saudi.

Menurut Rumayyan, PIF telah menginvestasikan sekitar 98 miliar euro di Eropa dan Inggris sepanjang 2017 hingga 2025. Sementara itu, Aramco menggelontorkan sekitar 80 miliar euro untuk berbagai pemasok di Eropa.

Meski demikian, Rumayyan menilai regulasi di kawasan Eropa masih menjadi hambatan utama bagi investor Timur Tengah untuk memperluas investasi.

"Tantangan regulasi benar-benar merugikan investor, seperti Aramco, SABIC, PIF, bukan hanya untuk berinvestasi lebih banyak, tetapi juga untuk mempertahankan investasi mereka di Eropa," ujarnya.

Ia mengatakan regulator dan pembuat kebijakan di Eropa mulai mencermati persoalan tersebut dan berharap dapat menghadirkan solusi yang lebih mendukung iklim investasi.

"Regulator dan pembuat kebijakan Eropa sedang menyelidikinya. Semoga kita memiliki solusi yang lebih baik."(DH)