Rebound IHSG menanti agenda MSCI dan rebalancing FTSE

Jumat, 19 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bangkit pada perdagangan Jumat (19/6), setelah terkoreksi 0,78% ke level 6.172 pada perdagangan Kamis.

Sejumlah riset analis menilai pelaku pasar kini mencermati hasil tinjauan aksesibilitas pasar MSCI yang memangkas skor transparansi pasar Indonesia, hingga dampak kenaikan BI Rate.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai sentimen positif bagi pasar domestik datang dari penguatan indeks saham di Wall Street. Namun dalam riset yang disampaikan hari ini, analis CGS menilai pasar masih dibayangi sejumlah sentimen negatif, termasuk sorotan MSCI terhadap transparansi kepemilikan saham dan pembentukan harga di Indonesia.

Selain itu, pelemahan mayoritas harga komoditas dan berlanjutnya aksi jual investor asing juga dinilai berpotensi membatasi penguatan indeks. “IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.070/5.970 dan resist 6.275/6.375,” jelas analis CGS.

Sementara itu, riset analis BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan IHSG pada perdagangan Kamis akibat aksi ambil untung pada saham perbankan, setelah mencatat reli dalam beberapa hari terakhir.

Analis BRI Danareksa menilai fokus pasar pada perdagangan terakhir pekan ini, akan tertuju pada hasil Global Market Accessibility Review MSCI yang berpotensi memengaruhi arus modal asing ke pasar domestik. Selain itu, investor juga disebut akan mencermati stabilitas rupiah dan dampak lanjutan dari keputusan BI Rate, yang naik menjadi 5,75% dalam rapat dewan gubernur bulan ini.

Secara teknikal, BRI Danareksa menilai IHSG telah berhasil melakukan pullback di atas area support 6.071–5.931 dan berpeluang melanjutkan penguatan menuju level resistance 6.300–6.350.

Senada dengan pandangan tersebut, analis Phintraco Sekuritas melihat investor cenderung bersikap hati-hati jelang rebalancing indeks FTSE yang akan berlaku setelah penutupan perdagangan Jumat.

Dari sisi teknikal, analis Phintraco menilai indikator Stochastic RSI masih berada di area overbought, sementara indikator MACD masih membentuk histogram positif. IHSG juga dinilai tetap bertahan di atas level MA5, MA10, dan MA20.

“Sehingga diperkirakan IHSG cenderung berkonsolidasi pada kisaran level 6.100-6.250,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor. (KR)