Super Bank tawarkan saham IPO Rp635 per lembar, PER setara 456,56x
Selasa, 09 Desember 2025

JAKARTA - PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) telah menetapkan harga saham yang dilepas melalui Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp635 per lembar.
Harga penawaran itu berada di tengah rentang harga awal, yang disampaikan pada periode penawaran awal. Dalam prospektus awal, SUPA berencana menawarkan saham IPO di kisaran Rp525 hingga Rp695 per lembar.
Dengan harga penawaran Rp635 per lembar, SUPA hanya berpotensi menggalang tambahan modal Rp2,79 triliun, atas 4,4 miliar atau 13% saham yang dilepas kepada publik.
Padahal jika mematok harga penawaran saham di batas atas atau Rp695 per lembar, SUPA berpotensi meraup dana hingga Rp3,06 triliun dari aksi korporasi ini, sebagaimana disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya.
Manajemen SUPA mengaku harga penawaran tersebut sesuai kesepakatan dan negosiasi antara perseroan dan penjamin pelaksana emisi efek.
“Dengan mempertimbangkan hasil penawaran awal (bookbuilding) yang dilaksanakan dari tanggal 25 November 2025 – 1 Desember 2025,” jelas Manajemen SUPA.
Dengan harga penawaran itu, Price to Earnings Ratio (PER) SUPA berada di level 913,13x per 30 Juni 2025, atau setara 456,56x berdasarkan kinerja semester pertama yang disetahunkan. Sementara rasio Price to Book Value (PBV) berada di level 3,51.
Sejumlah pihak yang mengantarkan SUPA melantai di BEI adalah PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), dan PT Sucor Sekuritas.
Sementara itu PT Bahana Sekuritas dan PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi efek.
Masa penawaran umum saham SUPA akan berlangsung pada 10-15 Desember 2025. Penjatahan akan dilaksanakan pada 15 Desember 2025 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025. (KR)