AS curiga ada mesin ASML di China meski ekspor dilarang

Jumat, 19 Juni 2026

image

WASHINGTON - Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, telah menyampaikan kepada ASML bahwa Washington khawatir salah satu mesin pembuat chip paling canggih milik perusahaan tersebut kemungkinan telah masuk ke China, melanggar pembatasan ekspor yang dipimpin AS. 

Hal itu dilaporkan Bloomberg News pada Kamis.

Seperti dikutip Reuters, menurut laporan tersebut, Lutnick menyampaikan kekhawatiran itu kepada jajaran pimpinan senior ASML dalam serangkaian pertemuan.

Namun, ASML membantah kekhawatiran tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa mesin litografi EUV (extreme ultraviolet) yang digunakan untuk mencetak sirkuit chip berukuran sangat kecil diproduksi dalam jumlah terbatas dan memerlukan perawatan rutin dari teknisi ASML.

Sistem EUV tercanggih milik ASML berukuran hampir sebesar bus sekolah dan memiliki bobot sekitar 180 ton.

"ASML tidak pernah mengirimkan mesin EUV ke China dan kami juga tidak pernah mengirim komponen, modul, atau peralatan apa pun yang secara khusus dirancang untuk digunakan dalam mesin EUV ke China," kata juru bicara ASML seperti dikutip Bloomberg.

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Perdagangan AS, ASML, maupun Gedung Putih belum memberikan tanggapan kepada Reuters karena permintaan komentar diajukan di luar jam kerja.

Pada Desember lalu, Reuters melaporkan bahwa para ilmuwan China telah mengembangkan prototipe mesin EUV yang dibangun oleh tim beranggotakan mantan insinyur ASML. 

Upaya tersebut bahkan disebut sebagai versi China dari Manhattan Project. (DK)