Paul Krugman cap SpaceX sebagai saham meme, investor diminta waspada

Jumat, 19 Juni 2026

image

JAKARTA - Euforia pasar terhadap saham SpaceX setelah penawaran umum perdana (IPO) mendapat kritik dari ekonom peraih Nobel Paul Krugman.

Menurutnya, valuasi perusahaan milik Elon Musk tersebut lebih banyak ditopang ekspektasi investor dibandingkan kinerja keuangan yang mendasarinya.

Seperti dikutip FinanceYahoo, perusahaan antariksa dan kecerdasan buatan (AI) itu menjadi perhatian komunitas kripto setelah mengungkap kepemilikan 18.712 Bitcoin per 31 Maret 2026. Jumlah tersebut menempatkan SpaceX sebagai salah satu perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

Bagi investor kripto, SpaceX dipandang tidak hanya sebagai proyek ambisius Elon Musk di sektor antariksa, tetapi juga sebagai alternatif eksposur terhadap Bitcoin karena dukungan Musk terhadap aset digital tersebut.

Dalam tulisan yang dipublikasikan pada 17 Juni, Krugman menyoroti valuasi SpaceX yang mencapai US$2,75 triliun meskipun perusahaan membukukan rugi bersih US$4,9 miliar dari pendapatan US$18,7 miliar pada tahun lalu.

Menurutnya, investor memberikan valuasi sangat tinggi karena keyakinan terhadap sosok Elon Musk yang dianggap mampu menciptakan terobosan besar.

Krugman juga menyoroti kedekatan Musk dengan Presiden AS Donald Trump yang dinilai memberinya pengaruh politik yang besar. Ia mempertanyakan apakah nilai perusahaan seharusnya ditentukan oleh kemampuan teknologi atau oleh akses terhadap keuntungan yang muncul dari kedekatan politik.

Krugman kemudian membandingkan fenomena SpaceX dengan lonjakan harga bitcoin setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS 2024.

Ia mengingatkan bahwa Trump pernah menyebut bitcoin sebagai penipuan, tetapi kemudian berbalik mendukung industri kripto selama kampanye dengan janji menjadikan Amerika Serikat sebagai negara adidaya bitcoin dunia.

Dukungan tersebut mendorong harga bitcoin mencapai rekor tertinggi US$126.080 pada Oktober 2025 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$2,5 triliun, hampir setara dengan valuasi SpaceX saat ini.

Namun, bitcoin kemudian mengalami koreksi tajam setelah Trump mengancam menerapkan tarif impor 100% terhadap China. Krugman menilai pergerakan harga kripto saat itu lebih dipengaruhi dinamika politik dibanding faktor ekonomi.

"Saat ini kripto pada dasarnya merupakan perdagangan yang bergantung pada Trump," tulis Krugman pada Oktober 2025.

"Kripto jatuh karena reaksi negatif terhadap potensi perang dagang mengancam melemahkan posisi politik Trump."

Menurut Krugman, investor yang lebih awal masuk ke aset kripto memperoleh keuntungan dengan menjual kepemilikannya kepada investor yang percaya pada narasi politik tersebut.

Krugman Sebut Saham Meme

Meski mengakui SpaceX memiliki bisnis yang menguntungkan melalui layanan internet satelit Starlink, Krugman menilai hanya pertumbuhan yang sangat luar biasa dari unit usaha tersebut yang dapat membenarkan valuasi perusahaan saat ini.

Namun, ia menilai skenario tersebut tidak realistis.

Krugman memperkirakan pemegang saham awal akan menjadi pihak yang paling diuntungkan karena dapat menjual saham saat euforia pasar masih berlangsung sebelum valuasi terkoreksi.

"SpaceX pada dasarnya hanya ditopang oleh hype. Pada kenyataannya, ini adalah saham meme senilai US$2,75 triliun," tulis Krugman.

Pada perdagangan terakhir, saham SpaceX ditutup di level US$185 per saham dengan valuasi pasar lebih dari US$2,4 triliun.(DH)