Pemilik ASII Jardine Matheson bidik TSR di atas 9% per tahun

Jumat, 19 Juni 2026

image

JAKARTA - Jardine Matheson, induk PT Astra International Tbk (ASII), menetapkan target imbal hasil pemegang saham atau total shareholder return (TSR) lebih dari 9% per tahun hingga 2030, yang diumumkan dalam Investor Day perdana perusahaan.Selain target TSR, konglomerasi asal Hong Kong itu juga menargetkan pertumbuhan dividen minimal 5% per tahun, capital recycling sedikitnya US$4 miliar dari portofolio investasi, serta meraup tambahan laba bersih US$200 juta melalui akuisisi anorganik.Perusahaan juga mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) baru senilai US$500 juta yang akan berlangsung hingga akhir 2027.CEO Jardine Matheson Lincoln Pan mengatakan perusahaan tengah mempercepat transformasi menjadi perusahaan holding dan investasi berkualitas tinggi dengan portofolio yang lebih beragam di Asia Pasifik."Kami bekerja untuk membangun portofolio aset berkualitas yang beragam dan berkelanjutan dengan target menghasilkan TSR lima tahunan lebih dari 9% per tahun," ujar Pan dalam keterangan tertulis, Selasa (16/7).Dalam strategi investasinya ke depan, Jardine menegaskan akan mengambil posisi pengendali di perusahaan portofolio, dan melancarkan investasi yang dapat meningkatkan kualitas pendapatan grup.Beberapa kriteria utama investasi tersebut antara lain adalah:

     • Pemimpin pasar yang memiliki potensi ekspansi di kawasan Asia Pasifik, yang mampu memanfaatkan teknologi termasuk kecerdasan buatan (AI),     • Menghasilkan arus kas kuat untuk mendorong nilai dividen per lembar dan laba per saham dalam jangka menengah, serta     • Memiliki proespek laba bersih lebih dari US$100 juta dalam waktu kurang dari lima tahun.Sebagai catatan, target TSR yang dicanangkan Jardine Matheson juga sejalan dengan arah strategi Grup Astra, kontributor laba terbesar grup.Dalam hasil strategic review yang diumumkan pada Mei 2026, Astra menargetkan TSR di kisaran low-teens atau sekitar 10-13% per tahun dalam lima tahun ke depan, dengan mengandalkan kombinasi apresiasi harga saham dan dividen.Sebagai perbandingan, berdasarkan perhitungan Jardine, TSR Astra dalam lima tahun terakhir hingga 2025 mencapai 9,8% dan bahkan menyentuh 41,4% pada 2025.Meski demikian, tantangan tetap ada. Saham ASII telah turun sekitar 30% sejak awal 2026 sehingga pencapaian TSR ke depan akan sangat bergantung pada pemulihan harga saham dan kontribusi dividen.Dengan demikian, untuk mendukung pencapaian target tersebut, Astra mempertahankan kebijakan pembagian dividen sebesar 45%-50% dari laba bersih tahunan serta menyiapkan program pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp8 triliun dalam 12 bulan ke depan.Astra juga akan lebih fokus pada tiga pilar bisnis utama yang menyumbang sekitar 90% laba grup, yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat dan pertambangan melalui PT United Tractors Tbk (UNTR). (DK/ZH)