Saham SpaceX tergelincir usai reli, valuasi US$2 triliun diuji
Jumat, 19 Juni 2026
JAKARTA - Saham SpaceX mulai mengalami tekanan setelah mencatat reli kuat dalam beberapa hari pertama sejak melantai di bursa.
Perusahaan antariksa milik Elon Musk itu sebelumnya mencuri perhatian pasar dengan valuasi yang langsung melampaui US$2 triliun saat debut perdagangan.
Seperti dikutip futurism, saham SpaceX dibuka pada harga US$150 per saham, sekitar 11% di atas harga penawaran awal. Dalam beberapa hari berikutnya, harga terus menguat hingga menembus US$200 dan mencapai puncak di US$222 pada Selasa pagi.
Namun, setelah reli tersebut, saham SpaceX mulai terkoreksi dan menandai penurunan berkelanjutan pertama sejak IPO. Pada penutupan perdagangan, harga saham bergerak di sekitar level US$200.
Meski masih terlalu dini untuk menilai arah pergerakan saham dalam jangka panjang, pelemahan tersebut menunjukkan bahwa euforia pasar tidak sepenuhnya menghilangkan risiko yang melekat pada perusahaan.
Pergerakan saham SpaceX kini menjadi perhatian investor yang mencoba menilai apakah valuasi perusahaan dapat dipertahankan di tengah berbagai tantangan bisnis yang masih dihadapi.
Di balik lonjakan valuasi yang menempatkan SpaceX sejajar dengan perusahaan teknologi terbesar dunia, sejumlah investor mulai mencermati kondisi fundamental perusahaan.
Dalam dokumen yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) menjelang IPO, SpaceX mengakui masih mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk mendukung ekspansi bisnisnya.
Tekanan pengeluaran semakin besar setelah perusahaan bergabung dengan startup kecerdasan buatan milik Musk, xAI, yang juga dikenal memiliki kebutuhan pendanaan sangat tinggi.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai jalur profitabilitas perusahaan, terutama ketika valuasi pasar telah mencapai lebih dari US$2,6 triliun.
Sejumlah analis menilai ekspektasi investor terhadap masa depan bisnis SpaceX saat ini jauh lebih dominan dibandingkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dalam waktu dekat.
Selain tantangan keuangan, investor juga mencermati sejumlah proyek ambisius yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang SpaceX.
Dalam dokumen IPO, perusahaan mengakui bahwa rencana Elon Musk untuk menempatkan satu juta pusat data berukuran besar di orbit Bumi berpotensi menghadapi kendala ekonomi maupun teknis.(DH)