Swedia desak Uni Eropa tolak FSD Tesla dengan fitur Speed Offset

Jumat, 19 Juni 2026

image

JAKARTA - Otoritas transportasi Swedia meminta Uni Eropa menolak persetujuan sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla untuk digunakan secara luas di kawasan tersebut apabila perusahaan tidak menghapus fitur yang memungkinkan kendaraan melaju di atas batas kecepatan yang berlaku.

Seperti dikutip Electrek.co, permintaan tersebut disampaikan dalam surat tertanggal 30 April kepada Technical Committee on Motor Vehicles (TCMV), komite yang akan membahas proposal perluasan penggunaan FSD di Uni Eropa pada 30 Juni mendatang.

Swedia menyoroti fitur "Pengimbangan Kecepatan" yang memungkinkan pengguna menetapkan kecepatan kendaraan di atas batas maksimum yang ditentukan di jalan raya.

Menurut otoritas transportasi Swedia, fitur tersebut bertentangan dengan tujuan utama pengembangan sistem kendaraan otomatis yang seharusnya meningkatkan keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi lalu lintas.

"Membiarkan sistem otomatis secara sistematis melampaui batas kecepatan yang ditetapkan secara hukum berisiko merusak kerangka hukum dan manfaat keselamatan yang diharapkan dari otomatisasi kendaraan," tulis otoritas tersebut dalam suratnya.

Swedia menegaskan Tesla harus menghapus kemampuan tersebut sebelum FSD mendapatkan persetujuan lebih luas di Eropa.

"Jika hal ini gagal, Badan Transportasi Swedia merekomendasikan agar TCMV menolak usulan pengenalan tersebut," lanjut surat tersebut.

Tesla sebelumnya memperoleh persetujuan penggunaan FSD di Belanda setelah regulator setempat, RDW, memberikan izin pada April lalu. Saat ini RDW mengajukan permohonan agar sistem tersebut memperoleh pengakuan di seluruh Uni Eropa.

Namun, persetujuan nasional tidak otomatis berlaku di seluruh kawasan. Untuk memperoleh persetujuan Uni Eropa, Tesla membutuhkan dukungan negara-negara anggota yang mewakili sedikitnya 55% anggota Uni Eropa dan 65% total populasi kawasan.

Persyaratan tersebut membuat dukungan sejumlah negara menjadi faktor penentu dalam proses pengambilan keputusan.

Swedia bukan satu-satunya negara yang menyuarakan kekhawatiran. Finlandia dan Norwegia juga mempertanyakan kemampuan sistem FSD, termasuk terkait pelanggaran batas kecepatan dan performa kendaraan dalam kondisi jalan bersalju atau tertutup es yang umum terjadi di kawasan Nordik.

Sebaliknya, beberapa negara lain telah memberikan izin penggunaan FSD secara nasional, termasuk Lithuania, Estonia, Belgia, dan Denmark.

Pengawasan Regulator Makin Ketat

Penolakan Swedia muncul di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap klaim keselamatan yang diajukan Tesla.

Beberapa hari sebelumnya, Tesla dilaporkan menghadapi kritik setelah menyampaikan data keselamatan FSD kepada regulator Eropa yang dianggap menyesatkan. Salah satunya adalah klaim perusahaan bahwa FSD berpotensi "menyelamatkan 32.000 nyawa", angka yang menurut sejumlah peneliti independen didasarkan pada metode perbandingan yang tidak valid.

Perkembangan ini menjadi tantangan tambahan bagi Tesla yang menjadikan persetujuan FSD sebagai bagian penting dari strateginya untuk memperkuat kembali bisnis di Eropa.

Penjualan Tesla di kawasan tersebut sempat tertekan sepanjang 2025 di tengah kontroversi politik yang melibatkan CEO Elon Musk serta meningkatnya persaingan dari produsen kendaraan listrik asal China, terutama BYD.

Musk sebelumnya memperkirakan FSD dapat digunakan secara luas di Uni Eropa pada musim panas 2026. Namun, sikap Swedia dan sejumlah negara lain berpotensi memperlambat target tersebut apabila Tesla tidak melakukan perubahan pada fitur yang dipersoalkan regulator.

Di tengah upaya memperluas penggunaan FSD di Eropa, Tesla juga menjadi sorotan di Amerika Serikat setelah salah satu kendaraannya masuk ke kolam renang umum di Waveny Park, Connecticut, pada Selasa (16/6).

Seperti dikutip Yahoo News, pengemudi sedang berusaha memarkir kendaraannya di dekat area kolam renang. Namun, ia secara tidak sengaja menginjak pedal akselerasi sehingga kendaraan melaju menembus pepohonan dan pagar sebelum akhirnya masuk ke dalam kolam.

Sejumlah penjaga kolam dan petugas kepolisian setempat memberikan pertolongan pertama kepada pengemudi sebelum mengevakuasinya dari dalam kendaraan. Pengemudi yang merupakan satu-satunya orang di dalam mobil kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (DH)