Putin bikin Rosneft makin dominan dalam Konsorsium Caspian Pipeline?
Selasa, 09 Desember 2025

MOSKOW — Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit pada hari Senin, yang menyetujui potensi transaksi atas saham Rosneft dan Shell dalam Caspian Pipeline Consortium (CPC), yang mengekspor minyak terutama dari Kazakhstan.
Mengutip reuters.com (08/12), dekrit tersebut menyatakan bahwa transaksi tersebut diizinkan dan dapat mengakibatkan perubahan kepemilikan di CPC oleh Rosneft-Shell Caspian Ventures Limited.
Dekrit itu tidak merinci lebih lanjut. Ventura ini memiliki saham sebesar 7,5% di CPC, di mana perusahaan-perusahaan minyak internasional lainnya, seperti Chevron dan Eni, serta produsen minyak terbesar kedua di Rusia, Lukoil, juga memiliki saham.
Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil pada bulan Oktober terkait perang Rusia di Ukraina, yang mendorong Lukoil mengumumkan rencana penjualan aset luar negerinya. Rosneft sendiri belum mengumumkan tindakan apapun terkait sanksi tersebut.
Putin memberi izin atas transaksi yang melibatkan saham Caspian Pipeline Consortium-R (CPC-R) milik Rosneft-Shell Caspian Ventures Limited. Persetujuan tersebut tercantum dalam dokumen resmi yang telah dipublikasikan di portal informasi hukum pemerintah. Dalam dokumen itu, tidak disebutkan jenis transaksi yang dimaksud.
Perintah tersebut menggunakan formulasi standar, yakni mengizinkan “transaksi (operasi) yang secara langsung dan/atau tidak langsung mengakibatkan penetapan, perubahan, pengakhiran, atau pembebanan hak kepemilikan, penggunaan, dan/atau pengelolaan atas saham aktsionernogo obshchestva.”
CPC merupakan jaringan pipa sepanjang 1.500 km yang menghubungkan ladang minyak Kazakhstan bagian barat serta ladang Rusia di landas kontinen Kaspia menuju terminal laut di Novorossiysk. Sistem ini menjadi jalur ekspor utama minyak Kazakhstan, menyumbang lebih dari 80% aliran minyak melalui pipa tersebut.
Konsorsium CPC mampu mengangkut 72,5 juta ton minyak per tahun dari wilayah Kazakhstan dan hingga 83 juta ton per tahun melalui Rusia. Pada 2024, total 63,01 juta ton minyak dikirim melalui sistem ini, sementara proyeksi 2025 diperkirakan mencapai 72–74 juta ton.
CPC dimiliki oleh berbagai pemegang saham, termasuk Federasi Rusia sebesar 31%, Kazakhstan 20,75%, Chevron 15%, Lukoil 12,5%, Mobil Caspian Pipeline Company 7,5%, serta Rosneft-Shell Caspian Ventures Limited 7,5%.
Kronologi Perjalanan CPC
1. Awal operasi (1996–2001)
2. Ekspansi (2011–2017)
3. Posisi Kazakhstan dalam pasokan energi dunia
4. Perubahan setelah Rusia menyerang Ukraina (2022)
5. Kepemilikan Rosneft–Shell
6. Kondisi 2024–2025