Dari supir traktor, Chen Ailian jadi 'Ratu Roda' Tiongkok

Jumat, 19 Juni 2026

image

SHANGHAI - Chen Ailian, yang dikenal sebagai "Ratu Roda" Tiongkok, menjadi sorotan di media sosial berkat kisah perjalanannya dari sopir traktor hingga membangun kerajaan manufaktur bernilai 11 miliar yuan atau sekitar US$1,6 miliar.

Dikutip dari The Star, Chen merupakan pendiri Zhejiang Wanfeng Auto Holding Group yang saat ini menjadi produsen roda aluminium dan paduan magnesium terbesar di dunia. Perusahaan tersebut juga telah berekspansi ke industri penerbangan dan mencakup rantai pasok penerbangan umum secara menyeluruh.

Dari sopir traktor ke dunia bisnis

Chen yang kini berusia 68 tahun berasal dari Kabupaten Xinchang, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur.

Pada 1970-an, ketika pemerintah setempat menugaskan satu unit traktor untuk wilayah tersebut, Chen mengajukan diri untuk menjadi pengemudinya.

Permohonannya sempat ditolak karena ia merupakan seorang perempuan. Namun, setelah terus meyakinkan pihak berwenang, Chen akhirnya diizinkan mengikuti pelatihan untuk mengemudi traktor.

Berkat kemampuannya, ia berhasil mengungguli peserta laki-laki lainnya dan memperoleh pekerjaan tersebut.

Beberapa tahun kemudian, Chen sempat bekerja di sebuah pabrik tekstil sebelum dipercaya memimpin perusahaan paduan aluminium setempat.

Pada 1994, ia mendirikan Wanfeng Aluminum Wheel Company dengan modal awal dari pinjaman bank sebesar 500.000 yuan atau sekitar US$74.000.

Dengan membidik pasar menengah hingga premium, Wanfeng berhasil memperluas penjualan produknya.

Setahun kemudian, ketika ditemukan retakan halus pada salah satu roda yang diproduksi, Chen memutuskan untuk menarik dan memusnahkan seluruh batch produk tersebut meski tidak menimbulkan risiko keselamatan.

 

 Menurutnya, menghasilkan produk berkualitas rendah merupakan pemborosan sumber daya publik sekaligus tindakan yang merugikan masyarakat.

 

Keputusan itu membantu membangun reputasi Wanfeng sebagai produsen berkualitas tinggi hingga menjadi pemimpin industri roda sepeda motor di Tiongkok.

Ekspansi global

Pada awal tahun 2000, Chen mulai mengalihkan fokus bisnis ke roda kendaraan roda empat karena memperkirakan industri otomotif Tiongkok akan berkembang pesat.

Pada 2013, ia mengakuisisi Meridian Lightweight Technologies asal Kanada yang merupakan pemimpin global di industri paduan magnesium.

Langkah tersebut sempat dipertanyakan banyak pihak di internal perusahaan. Namun Chen meyakini permintaan terhadap material ringan akan meningkat, terutama dari industri penerbangan dan dirgantara.

Meridian diketahui memasok produk kepada perusahaan seperti Tesla dan Porsche, sehingga membuka peluang bagi Wanfeng untuk memperluas ke pasar internasional.

Pada 2016, Chen kembali berekspansi dengan mengakuisisi Diamond Aircraft Group asal Austria dan mulai berinvestasi besar-besaran di industri penerbangan umum.

Keputusan tersebut kembali menunjukkan ketajaman naluri bisnisnya. Beberapa tahun kemudian, banyak kota di Tiongkok mulai mengembangkan ekonomi ketinggian rendah yang berkaitan dengan penerbangan sipil dan mobilitas udara.

Disiplin dan perhatian pada karyawan

Chen dikenal sebagai sosok yang disiplin terhadap dirinya sendiri. Meski hanya menamatkan pendidikan hingga tingkat sekolah menengah pertama akibat situasi politik pada masa mudanya, ia mewajibkan dirinya untuk selalu membaca selama satu jam setiap malam.

Ia mengaku telah mempertahankan kebiasaan tersebut selama lebih dari 20 tahun untuk memperluas wawasan dan pemahamannya terhadap dunia.

Selain itu, Chen juga dikenal memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Ia menetapkan kenaikan gaji minimal 8% setiap tahun dan menganggap manajemen sumber daya manusia gagal menjalankan tugas apabila tingkat gaji karyawan jauh tertinggal dibandingkan perusahaan lain.

Pada 2010, Chen membeli 100 unit BMW dan memberikannya kepada sejumlah karyawan kunci sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Menurut Chen, budaya perusahaan yang ingin dibangun adalah bekerja dengan bahagia dan menikmati kehidupan dengan penuh kegembiraan.

Dalam daftar Hurun Richest Self-Made Women in the World 2026, Chen menempati peringkat ke-95 dengan kekayaan sekitar 11 miliar yuan atau setara US$1,6 miliar. Saat ini  Kedua putranya juga terlibat dalam pengelolaan perusahaan sebagai eksekutif di Wanfeng.

Meski demikian, Chen mengaku memiliki satu penyesalan dalam hidupnya, yakni tidak menghabiskan cukup banyak waktu bersama kedua putranya saat mereka masih kecil. (ARF)