Hyperliquid disebut siap menuju ekosistem blockchain lebih luas

Jumat, 19 Juni 2026

image

NEW YORK - CEO Hyperion, DeFi Hyunsu Jung, menilai pasar masih belum sepenuhnya menghargai potensi Hyperliquid yang tengah bertransformasi dari sekadar bursa terdesentralisasi menjadi ekosistem blockchain yang lebih luas.

Dikutip dari The Block, Jung mengatakan transformasi tersebut dapat menjadi katalis baru bagi kenaikan harga token HYPE dalam jangka panjang.

Ia menyoroti valuasi terdilusi penuh (fully diluted valuation/FDV) Hyperliquid yang sebelum terjadi  koreksi harga terbaru sempat mendekati angka US$75 miliar, setara dengan kapitalisasi pasar sejumlah operator bursa dan perusahaan pialang besar seperti CME Group, Interactive Brokers, dan Robinhood.

Meski demikian, Jung menilai Hyperliquid memiliki prospek yang melampaui model bisnis bursa aset digital konvensional.

Token HYPE baru-baru ini mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$76 sebelum mengalami koreksi.

Penguatan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari arus dana masuk ke ETF yang melacak HYPE, pertumbuhan pendapatan Hyperliquid, hingga program pembelian kembali token yang agresif.

Pada perdagangan Kamis siang waktu Amerika Serikat, HYPE berada di level US$67,14 atau sekitar 10% di bawah rekor tertingginya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Hyperliquid menjadi salah satu proyek kripto dengan kinerja yang paling menonjol di pasar.

Salah satu faktor yang menarik perhatian investor adalah kemampuan platform tersebut menghasilkan arus kas yang kuat sembari menjalankan program buyback token dalam skala besar.

Selain itu, kontrak perpetual HIP-3 yang melacak saham SpaceX membukukan volume transaksi US$1,4 miliar pada hari pertama peluncurannya, setara sekitar 30% dari total volume perdagangan HIP-3 pada sesi tersebut.

Menariknya, harga HYPE tetap mencatat kenaikan meski Hyperliquid secara rutin melakukan pembukaan token (unlock). Sejak awal tahun, HYPE telah melonjak lebih dari 150%, sementara Bitcoin justru terkoreksi hampir 30% pada periode yang sama.

Jung meyakini Hyperliquid pada akhirnya dapat berkembang menjadi ekosistem blockchain yang lebih luas, serupa dengan ethereum.

Ia mencontohkan sejumlah aplikasi di jaringan ethereum seperti Uniswap, Aave, dan Lido yang mampu menghasilkan pendapatan jutaan dolar setiap hari.

Menurutnya, dinamika serupa berpotensi muncul di Hyperliquid seiring meningkatnya aliran modal ke dalam jaringan tersebut.

Jung juga menilai Hyperliquid berpeluang menikmati premi valuasi yang selama ini melekat pada sejumlah blockchain layer-1 seperti ethereum, solana, XRP, dan cardano.

Selain itu, regulasi yang semakin jelas di Amerika Serikat dinilai dapat membuka peluang bagi penasihat investasi terdaftar, dana asuransi, hingga dana pensiun untuk berpartisipasi dalam ekosistem Hyperliquid.

Selain mengoleksi token HYPE, hyperion juga memperoleh pendapatan dari berbagai aktivitas di dalam ekosistem Hyperliquid.

Perusahaan tersebut saat ini tercatat memiliki sekitar dua juta token HYPE.

Sejak awal tahun, Hyperion mulai menyediakan jaminan untuk transaksi opsi guna memperoleh pendapatan dari premi dan biaya transaksi. Selain itu, perusahaan juga menghasilkan pendapatan melalui aktivitas staking token HYPE yang dimilikinya. (ARF)