Miliarder Stephen Feinberg disebut kuasai Pentagon dari balik layar

Sabtu, 20 Juni 2026

image

WASHINGTON - Miliarder Stephen Feinberg, pendiri perusahaan investasi Cerberus Capital Management, disebut memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan di Pentagon pada era pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dikutip dari The Guardian, Feinberg yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan sejak Maret 2025 dikenal sangat tertutup dari sorotan publik. Meski jarang tampil di media, sejumlah sumber di Pentagon, Kongres AS, dan industri pertahanan menilai pengaruhnya bahkan melampaui Menteri Pertahanan, Pete Hegseth.

Menurut sejumlah sumber yang diwawancarai The Guardian, hampir seluruh keputusan strategis di Pentagon melibatkan Feinberg.

Ia disebut memiliki kendali besar terhadap jaringan pengadaan pertahanan Amerika Serikat dan berperan dalam upaya reformasi industri pertahanan melalui pendekatan yang lebih menyerupai praktik investasi sektor swasta.

Sejumlah sumber menyebut Feinberg menempatkan sejumlah mantan eksekutif Cerberus pada posisi strategis di Departemen Pertahanan guna mendukung agenda reformasinya.

Salah satu tokoh yang disebut bergabung adalah George Kollitides yang kini menjabat sebagai penasihat senior Feinberg. Selain itu terdapat Tomas Rakusan dan David Lorch yang juga memiliki latar belakang di Cerberus.

Kedekatan antara Pentagon dan mantan eksekutif Cerberus menuai kritik terkait potensi konflik kepentingan.

Cerberus diketahui memiliki investasi di sejumlah sektor yang berkaitan dengan prioritas pertahanan Amerika Serikat, seperti teknologi hipersonik, industri pertahanan, mineral kritis, hingga kontraktor militer.

Senator Partai Demokrat, Elizabeth Warren, menjadi salah satu pihak yang paling vokal dalam mengkritik posisi Feinberg.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Feinberg, Warren menilai pemberian kontrak kepada perusahaan yang memiliki hubungan dengan Cerberus berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

Menurut Warren, pembentukan unit baru di Pentagon yang banyak diisi mantan pegawai Cerberus berpotensi membuat kebijakan industri pertahanan AS dipengaruhi kepentingan perusahaan investasi.

Pentagon membantah

Pentagon membantah seluruh tuduhan tersebut. Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan Feinberg telah melepaskan kepemilikannya di Cerberus sebelum bergabung dengan pemerintahan dan tidak lagi terlibat dalam operasional perusahaan tersebut.

Menurut Parnell, Departemen Pertahanan memiliki mekanisme etika yang ketat, termasuk kewajiban pengungkapan aset, pelepasan kepemilikan, dan proses penyaringan untuk mencegah konflik kepentingan.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai konsentrasi pengaruh mantan eksekutif Cerberus di Pentagon merupakan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Mereka menilai kondisi tersebut dapat mempercepat reformasi birokrasi pertahanan, dan juga berisiko menciptakan bias dan kepentingan tertentu dalam pengambilan keputusan.

Feinberg merupakan lulusan Universitas Princeton yang mendirikan Cerberus Capital Management pada 1992. Perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu pemain besar di industri private equity dengan investasi di berbagai sektor, mulai dari manufaktur senjata, kesehatan, keamanan nasional, hingga teknologi pertahanan.

Sebelum bergabung dengan pemerintahan Trump, Cerberus juga aktif berinvestasi di berbagai perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan sektor keamanan nasional Amerika Serikat.

The Guardian menilai peran Feinberg menunjukkan bagaimana batas antara dunia investasi dan pengelolaan kebijakan pertahanan semakin kabur di era pemerintahan Trump. (ARF)